Home / KBAI Reportase / Indonesia Sambut Kepulangan Monica Atas Kehadirannya di Forum PBB
img-20171016-wa00001795554091.jpg

Indonesia Sambut Kepulangan Monica Atas Kehadirannya di Forum PBB

Monica, Ibunya Purwati, Adiknya Subehi, Pendamping Monica Ibu Ratna Hadi Kusumah dalam persiapan keberangkatan ke Forum WHO Kanada

Yayasan Sayangi Tunas Cilik (STC) mitra Save The Children menggelar konferensi pers atas telah kembalinya adik Monica dari Forum Global Partnership ke 8 yang diselenggarakan badan PBB yaitu WHO. 

Konpers tersebut akan diselenggarakan hari ini 23 Oktober 2017 di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak jam 13 siang.

Bapak Zubedy Koteng dari Child Protection Advisor STC menyampaikan Monica landing semalam jam 22.00 di Bandara Soekarno Hatta Cengkareng selepas mengikuti pertemuan WHO 3 hari di Ottawa Kanada.

Atas kebahagiaan dan keberhasilan anak anak kami mengundang media untuk ikut mendengarkan apa yang telah diperjuangkan anak anak di badan dunia itu.

Berikut berita pers yang dikirimkan Pak Zubedy ke KBAI

BERITA PERS

Partisipasi Anak Indonesia dalam pertemuan the WHO 8th Milestone of a Global Campaign for Violence Prevention Ottawa, Canada

Untuk diterbitkan segera

Jakarta, 23 Oktober 2017

Hari ini, delegasi anak Indonesia sebagai perwakilan dari Aliansi Penghapusan Kekerasan Terhadap Anak (Aliansi PKTA) kembali ke Indonesia setelah menghadiri undangan dari pertemuan internasional Global Partnership to End Violence Against Children (GPtEVAC) di Ottawa – Canada dari tanggal 19-20 Oktober 2017 pekan lalu.

Tiga anak Indonesia hadir dalam pertemuan itu bersama dengan perwakilan anak dari 8 negara lainnya (Filipina, Uganda, Mexico, South Africa, Nigeria, Paraguay, El Salvador, dan Sri Lanka).   Kehadiran anak dalam pertemuan ini merupakan bentuk komitmen para pengambil kebijakan untuk bisa mendengar langsung suara anak dan orang muda terkait kekerasan anak pada kesehatan dan usulan penghapusan kekerasan terhadap anak.

Kristianus Tigor Kogoya (16) dari Jayawijaya Papua, Luisa Futboe (16) dari Kupang, dan Monica (15) dari Yogyakarta terpilih menjadi delegasi perwakilan anak dari Indonesia. Proses pemilihan mereka menjadi perwakilan anak ini dilakukan sejak tahun 2016 hingga 2017 oleh 3 yayasan yang mendampingi 3 anak ini yaitu oleh yayasan Wahana Visi Indonesia, Child Fund Indonesia dan yayasan Sayangi Tunas Cilik yang semuanya tergabung dalam Aliansi Penghapusan Kekerasan Terhadap Anak (Aliansi PKTA).

“Dalam pertemuan GPtEVAC ini saya menyampaikan kondisi kekerasan yang dialami anak jalanan serta pengalaman saya dalam proses pembuatan film advokasi mengeai hal itu,“ sahut Kristian. Pada kesempatan yang sama Luisa juga menyampaikan “saya memakai kesempatan ini untuk menyampaikan bentuk kekerasan fisik yang sering dialami anak, terutama yang saya perhatikan banyak terjadi di sekolah serta dampaknya yang sering membuat anak merasa rendah diri bahkan frustasi hingga mau bunuh diri”. Suara lain mengenai kekerasan juga disampaikan oleh Monika dalam kesempatan itu.“ Isu lain yang juga penting untuk diperhatikan adalah isu kekerasan seksual pada anak, karena saya melihat kekerasan ini memberi dampak jangka pendek dan panjang pada anak yang mengalaminya. “

Agenda delegasi anak dari Indonesia ini selama di Ottawa, Canada adalah sebagai berikut: a. 18 Oct 2017: briefing perwakilan anak dari 9 negara i. Berbagi cerita dan pengalaman. ii. Merumuskan pesan bersama untuk mengakhiri kekerasan terhadap anak. b. 19-20 Oct 2017: menghadiri pertemuan i. Menyampaikan pesan yang sudah dirumuskan bersama pada hari sebelumnya. ii. Tanya/Jawab dengan peserta pertemuan termasuk para pengambil kebijakan.

Harapan dari Aliansi PKTA atas pertemuan ini dan keterlibatan 3 perwakilan anak dalam pertemuan ini adalah

  1. Semakin terbukanya kesempatan bagi anak untuk menyampaikan suaranya baik dalam skala global, nasional dan local. Anak akan bersuara dan dapat memberi usulan untuk pencegahan kekerasan.

  2. Anak mendapatkan kesempatan untuk berdialog secara langsung dengan para pengambil kebijakan di level global.

  3. Menjadi sebuah pengalaman berharga bagi anak yang dapat memperkuat perkembangan dirinya sebagai penyuara perlindungan anak didaerah mereka masing masing.

  4. Memperkuat komitmen pemerintah Indonesia sebagai negara inisiator dalam upaya penghapusan segala bentuk kekerasan terhadap anak.

  5. Ke 15 anak yang mengikuti pertemuan di Ottawa – Canada menyepakati nama kelompok mereka adalah “Children and Young People Advisory Council (CYPAC)” dan mereka merumuskan bersama rencana tindak lanjut paska pertemuan di Ottawa untuk dilakukan bersama di wilayah masing masing dan di tingkat global.

— Selesai –

.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi:

Zubedy Koteng – Presidium Aliansi PKTA

HP: 0813 6052 3474 / email: Zubedy.Koteng@savethechildren.org

Nara Hubung

  1. Lauran Hukom (HP: 0812 4867 654) Email: laura_hukom@wvi.or.id

  2. Rebeka Haning (HP: 0811 9955 676) Email: rhaning@childfund.org

  3. Ratna Yunita (HP: 0821 1270 8979) Email: Ratna.Yunita@savethechildren.org

Sekilas Mengenai Aliansi Penghapusan Kekerasan Terhadap Anak (Aliansi PKTA)

Aliansi Penghapusan Kekerasan Terhadap Anak (Aliansi PKTA) adalah koalisi masyarakat sipil Indonesia yang terdiri dari 26 anggota organisasi-organisasi yang memiliki kesamaan tujuan dalam memperjuangkan penghapusan kekerasan terhadap anak di Indonesia.

Anggota Aliansi PKTA:

  1. Aliansi Remaja Independen (ARI) 
  2. ChildFund Indonesia
  3. Ecpat Indonesia                       
  4. Fatayat Nahdatul Ulama                

  5. Gugah Nurani Indonesia                

  6. HI-IDTL                    

  7. Institute for Criminal Justice Reform (ICJR)    

  8. ICT Watch                    

  9. JPAI – The SEMERU Research Institute        

  10. Kampus Diakonia Modern (KDM)        

  11. MPS PP Muhammadiyah                

  12. Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia     

(PKBI)                            

  1. Plan International                              

  2. Yayasan Pulih

  3. Pusat Kajian dan Advokasi Perlindungan dan Kualitas Hidup Anak (PUSKAPA) Universitas Indonesia

  4. Rifka Annisa

  5. Rutgers WPF Indonesia

  6. SAMIN

  7. Sejiwa

  8. Setara

  9. SOS Children’s Villages Indonesia

  10. Wahana Visi Indonesia (WVI)

  11. Yayasan Kakak

  12. Yayasan Sayangi Tunas Cilik (YSTC)

  13. Young Interfaith Peacemaker Community (YIPC)

  14. Youth Network on Violence Against Children (YNVAC)


                                                                             

About Admin

Check Also

mas TM

Kaum Millenial Jauhi Medsos Mainstream

Sadar nggak sih perilaku kita yang sering adu otot dengan reaksi sumbu pendek telah mengubah …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *