Home / KBAI Reportase / Catatan Perjalanan Monica Menghadiri Pertemuan di WHO Kanada
Sesmen KPPPA Bapak Pri Budiarta, Kak Jasra Putra, dan 3 Perwakilan Anak menyatakan Stop Kekerasan Anak
Sesmen KPPPA Bapak Pri Budiarta, Kak Jasra Putra, dan 3 Perwakilan Anak menyatakan Stop Kekerasan Anak

Catatan Perjalanan Monica Menghadiri Pertemuan di WHO Kanada

Apresiasi atas prestasi 3 anak yang mewakili Indonesia ke acara Global Partnership WHO ke 8 mengundang berbagai pihak menemui mereka di Kantor Ibu Yohana Yembise. Pertemuan berlangsung di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang dihadiri Pak Pri Budiarta Sesmen KPPPA, Kak Jasra Putra Komisioner Hak Sipil dan Partisipasi Anak KPAI, Save The Children, World Vision Indonesia dan Childfund Indonesia.

Monica menyampaikan dalam Forum badan PBB ia menyampaikan pentingnya riset terkait perlindungan anak, informasi berbagai negara dalam melakukan pencegahan, penanganan dan rehabilitasi terhadap kekerasan anak. Hal itu disepakati utusan anak dari negara lainnya.

Kami bertiga sepakat untuk selanjutnya melakukan kampanye aktif “Stop Kekerasan Anak” melalui forum sekolah, blog, film, dan juga menyampaikan ke pemerintah daerah sesampai di lokasi masing masing.

Kak Jasra Putra menegaskan pemerintah harus terbiasa mendengar suara dan pendapat anak dalam pembangunan. Kita bermimpi secara massif partisipasi anak secara tersturktur di dengar, dilibatkan dan diberi feddback mulai dari Musrembang tingkat desa sampai pusat.

Kedua, isu yang disampaikan Monika dan kawan kawan soal penghapusan kekerasan terhadap anak perlu kita implementasikan dalam konteks Indonesia. Seperti kejadian terakhir di Jakarta Timur korban kekerasan seksual diajak damai keluarga pelaku, dengan difasilitasi aparat dan warga setempat.

Terakhir, Monica dan kawan kawan akan membuat dan menggerakkan forum anak, dan membangun interaksi dengan anak melalui media sosial, blog dan film. Perlu kampanye luas tentang suara dan yang diinginkan anak dalam menghentikan kekerasan. Pembangunan partisipasi sejak dini seperti 3 lembaga anak Internasional ini lakukan menjadi penting untuk ada di seluruh Indonesia.

Diketahui Monica 15 tahun dari Yogyakarta bersama Kristianus Tigor Kogoya 16 tahun dari Papua, dan Lusia Futboe 16 tahun dari Kupang mengikuti seleksi anak dari 3 organisasi anak Internasional yaitu Save The Children, ChildFund Indonesia dan World Vision Indonesia. Guna memenuhi undangan WHO 8th Milestones of Global campaign for Violence Prevention Meeting pada 19 – 20 Oktober 2017 di Ottawa Kanada. Ratusan anak mengikuti seleksi ini di 3 kota.

Belakangan diketahui Ibu Purwati pedagang kopi keliling Senen hampir gagal memberangkatkan anaknya Monica, karena tinggal berpindah pindah dari satu emperan ke emperan toko lainnya. Pemerintah Kanada menunggu kedatangan Ibu Purwati guna menandatangani visa. Sayangnya ada limit waktu hingga jam 12 mengingat pemberangkatan yang tinggal beberapa hari lagi. Padahal Ibu Purwati tidak menetap di satu tempat.

Akhirnya dari gerakan share sosial media yang di mulai warga Netizen berhasil menggerakkan masyarakat Senen untuk itu mencari. Share WA dengan tagar #bantuMonica telah berhasil menemukan dan mengantarkan Ibu Purwati ke Kuningan City Mall guna memperoleh ijin visa Monica. Tak kurang hampir 20an orang lebih dari Dinas Sosial, P3S Dinas Sosial Jakarta, Sakti Peksos Kemensos, puluhan warga Senen dan 5 Netizen yang merespon ikut mencari keberadaan Ibu Purwati

Malamnya sebelum Monica berangkat,  Kak Jasra Putra meminta ijin warga, RT, RW bahkan lurah untuk mendukung Monica berangkat. Kemudian menuju Jalan Dahlia Kramat Pulo untuk berdialog dengan saudara saudara Monica yang rata rata tinggal di gubuk gubuk pinggir rel stasiun Senen.

Sedangkan dari PSMP Handayani Kemensos mengajak Ibu Purwati dan adik Monica Subehi untuk menuju Rumah Aman Negara, sebagaimana dilaporkan Ibu Sri Wahyuni petugas rumah aman negara.

About Admin

Check Also

mas TM

Kaum Millenial Jauhi Medsos Mainstream

Sadar nggak sih perilaku kita yang sering adu otot dengan reaksi sumbu pendek telah mengubah …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *