Home / KBAI Reportase / 3 Anak Dipukuli: Pentingnya Standarisasi ART Mengasuh Anak

3 Anak Dipukuli: Pentingnya Standarisasi ART Mengasuh Anak

Peristiwa kekerasan 3 anak di salah satu kompleks perumahan kelas menengah di Cengkareng membawa malapetakan pemilik rumah. Harapan bekerja dengan tenang hilang, setelah anak anak mereka di seret seret dan trauma perbuatan ART (Asisten Rumah Tangga).

Jasra Putra Komisioner KPAI mengingatkan hendaknya ART yang mengasuh anak  memiliki kemampuan khusus, karena bekerja dengan anak, harus memahami psikologis tumbuh kembang anak. Sehingga anak tidak menjadi pelampiasan orang dewasa akibat beban pekerjaan dan tuntutan hidup.

Dalam Undang Undang Perlindungan Anak menyampaikan ART harus berlaku layaknya  orang tua. Artinya harus ada proses yang harus di dahulukan orang tua sebelum mempercayai begitu saja kepada ART. Seperti  proses adaptasi, kelekatan, keamanan. Yang dapat di asesst oleh lembaga profesi, seperti Peksos, psikolog atau organisasi berbasis parenting. Agar tahu kebutuhan dan rencana pengasuhan, guna membangun kapasitas ART selama mengasuh anak.

Data KPAI terkait pengasuhan diluar orang tua juga menunjukkan fenomena angka kasus yang tinggi. Sepanjang 2021 saja pengaduan mencapai 2.281 kasus pengasuhan keluarga bersama pengasuhan alternatif.. Tentu saja ini angka yang mencengangkan. Dan perlu upaya serius untuk mencegahnya. Sehingga peristiwa 3 anak (balita dan bayi) yang mengalami kekerasan dan di seret seret di Cengkareng, ini bukan masalah sederhana. Perlu dipotret lebih jauh.

Bisa jadi data ribuan ini merupakan fenomena data puncak gunung es. Apalagi selama pandemi kekerasan anak dilaporkan lebih banyak terjadi di rumah. Artinya antara yang dilaporkan dengan peristiwa sebenarnya, bisa jadi disparitas angkanya sangat besar. Dan perlu upaya serius dan sistemik kalau ingin menyelesaikan hal ini. PP Pengasuhan Anak kita juga dirasa belum cukup, dengan perkembangan banyaknya pola pengasuhan yang sangat beragam di keluarga Indonesia saat ini, baik didalam negeri maupun luar negeri. Serta pentingnya aturan tambahan. Namun agak sulit jika regulasinya tidak dinaikkan setingkat UU. Dengan melihat kebutuhan pola pengasuhan anak sekarang, tutup Jasra.

 

Check Also

Jelang Moto GP Jangan Jadi Euphoria Balap Liar

Komisioner Perlindungan Anak Indonesia Jasra Putra menyampaikan dukungan pecinta otomotif motor di Indonesia terhadap ajang …

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: