Home / KBAI Reportase / Bagaimana cara menangkap Denny Siregar?

Bagaimana cara menangkap Denny Siregar?

Kisah perdebatan Forum Mujahid Tasikmalaya dan Denny Siregar, padahal kalau saya baca, niat memfoto itu baik dan menyebarkannya di komunitasnya. Begitu juga postingan DS dengan niat mencegah anak terpapar sesuatu. Salah yah, tapi saya diajarkan untuk melihat sisi positifnya dulu, sebelum mengkritisi

Pertanyaannya, apakah kita tidak pernah salah dalam menyampaikan yang benar. Ustad salah ayat aja diijinkan para tokoh agama belajar lagi.

Biasanya para penceramah bilang, yang baik ambil, yang salah dalam penyampaian saya karena khilaf, kealpaan dan kelemahan saya. Sudah hilanglah saran para alim ulama habaib dalam setiap terakhir makna ceramahnya buat kita.

Jujur pada hati masing masing, ketika melihat foto itu, dan melihat realita. Tidak bolehkah orang yang memfoto untuk memberi semangat gerakan saat itu. Itu tentu menjadi solidaritas sesama

Lalu disisi lain, dengan simbol simbol yang muncul atau atribut yang muncul dalam foto. Dan pernah atribut itu dilihat dalam aksi kekerasan. Apa layak? Tentu kita tidak setuju dan mengecam

Lalu ada yang gusar dan ingin anak anak tidak terpapar (jangan kembali terjebak simbol, tapi substansi yang saya masuk perlindungan anak, agar tidak terstigma juga. Kemudian salahkah?

Memang tidak boleh men stigma, tapi kita tidak bisa juga melarang orang berpendapat. Karena ada Islamophobia, justru ini jadi tantangan kita sebagai orang beragama menjelaskan. Kalau arahnya kesana, untuk menghentikan Islamophobia bagus.

Jadi debat ini mau diarahkan kemana, menguatkan Islamophobia atau diganti saling silaturahmi saja, sambil bermain dengan anak anak ini. Bahkan kalau lebih baik lagi menjamin masa depannya. Apalagi merayakan Hari Anak dengan mereka. Itu lebih utama

Diluar perdebatan ini. Saya tanya, Sekarang siapa sih yang bisa menyembunyikan status, menjamin akunnya aman, postingan, medsos kita. Semakin canggih alat teknologi yang kita miliki, semakin canggih juga kebocorannya. Karena ada yang buat? Kecuali kitab Sijjin dan Illiyin (tidak ada buzzer dan hacker yang bisa meretas). Jadi apa yang mau kita sembunyikan di jaman ini.

Begitu banyak ilustrasi gambar yang dipakai media mainstream dan media lainnya. Baik yang ijin dan tidak. Lalu dimana keadilannya.

Oleh karena itu jangan lakukan hukum ini hitam putih. Hukum berada di ruang yang hidup. Bukan ruang mati. Cara penyelesaian kita hari ini, akan dilihat anak anak kita. Yang harusnya sarat nilai pengenalan, pendidikan, persatuan yang dapat dipahami usia mereka. Bukan langsung gepruk untuk anak. Melibatkan mereka ada caranya yang aman dan bermakna.

Apa manfaat perdebatan itu buat anak, lebih baik segera dukung mereka dan jamin masa depannya. Mereka tidak mengerti apa yang kita bicarakan.

Jaminan masa depan itu, di hantarkan tanpa stigma, tanpa debat dan tanpa konflik orang dewasa

Karena Undang Undang bicara orang dewasa yang harus mengarusutamakan kepentingan terbaiknya.

Apa manfaatnya? Hari ini ada 83,4 juta anak Indonesia dan kita sedang memberi putus harapan buat mereka dengan perdebatan in

Cukup dosa dosa kita, buat anak anak Indonesia. Segera tobat dan satukan langkah buat anak anak Indonesia.

Malu kita, apalagi sebentar lagi Hari Anak Nasional

Apa sih hasil yang kita harapkan dari perdebatan foto ini.

Jawabannya satu STOP dan Hentikan
Biarkan anak anak Indonesia berkembang sesuai usianya, dijamin tumbuh kembangnya.

Bukan di stigma, simbolisasi dengan berbagai atribut, sangkaan, swaksangka dan dicampur aduk dengan konflik orang dewasa

Sama sekali nggak ada manfaatnya, konflik ini.

Yang menfoto orang dewasa, yang memperdebatkan orang dewasa. Dan sekarang anak anak itu tetap main dan belajar. Biarkan begitu

Jangan kita jelaskan, kita lagi memperdebatkan, menyusahkan mereka. Karena mereka nggak ngerti, tambah stress, malah menghambat tumbuh kembang mereka

Edukasi mereka, kenalkan mereka pada Indonesia, kenalkan mereka pada agamanya, yang itu semua menjadi pendukung dia di negara yang gemilang. Yang sedang menyongsong generasi siap bersaing dan maju.

Jangan mundur terus, untuk diskusi perlindungan, pemenuhan dan pernghirmatan hak hak anak kita.

Hentikan omong kosong ini

Ajak mereka sambut Hari Anak Nasional 23 Juli

Sampaikan kepada mereka, negara ini akan merayakan hari nya. Iya hari kamu, kamu anak Indonesia.

Saya menyarankan ujung konflik ini, di mediasi, berjumpa saja. jangan ramainya di medsos saja. Kasihan kepolisian banyak kasus anak yang lebih penting dan darurat dalam menyelamatkan anak Indonesia.

Minimal di Hari Anak Nasional ini, ijinkan kepolisian bekerja menyelamatkan anak anak Indonesia yang butuh pertolongan segera.

janganlah ajarkan anak anak kita menjadi penyakit hati, tapi penyembuh hati. Dalam agama dinyatakan anak anak itu penyejuk mata, bukan pemanas mata.

Hormati Pesantren
Hormati Kepolisian
Hormati Alim Ulama
Hormati Para Akedemisi.
Hormati Anak Anak Yang Masih Punya Harapan Di Tolong Di Negara Ini

Dan terakhir perkenalkan arti terhormat untuk anak anak Indonesia

Hari Anak Nasional tinggal menghitung hari sampai 23 Juli. Semua sedang merayakan bulan anak ini sejak Juni sampai Juli nanti. Baik yang di rayakan negara, masyarakat, sekolah, pesantren, keluarga.

Yang lain sedang berusaha menyiapkan hadiah, mempersembahkan yang terbaik untuk anak anak. Baik Institusi, Kementerian, Lembaga, Ormas, Lembaga Pendidikan, Para Tokoh, Perusahaan bahkan sampai para tukang sampah di Bantar Gebang.

Lalu kenapa perdebatan ini seperti membuat buram agenda perayaan Hari Anak Nasional. Bukan menerangkan Hari Anak Nasional

Kita tidak atau sedang bukan menyalahkan, tapi sebagai sesama orang dewasa kita punya kewajiban bersama sama melindungi anak. Kita sadar mereka akan merayakan hari ultahnya.

KBAI mengajak daripada berdebat, apa tidak membungkus kado saja bersama sama, menurunkan ego masing masing, dan pelan pelan bibir mungil itu tersenyum kepada kita semua. Bukankah kebahagiaan anak, kebahagiaan kita semua

Selamatkan Anak Anak Indonesia
Selamat Hari Anak Nasional. Kuy..

-Bulan Juli – Bulan Anak Indonesia-

Dengan sangat rendah hati, saya mengajak semuanya

Farid Ari Fandi
Pimred Kantor Berita Anak Indonesia
kbai co.id

_#maaf hati saya menderu saat menulis ini, sehingga tulisannya kemana mana, karena saya pernah jadi anak panti, pernah terlantar, pernah g punya siapa siapa, pernah jadi santri dan sekarang berikhtiar jadi pelindung anak dengan aktif didunia penyelenggaraan perlindungan anak. Karena saya pernah mengalami itu semua. Saya ingin menyampaikan yang benar_ #mohonmaaf sekali lagi dengan kerendahan hati serendah rendahnya. Kalau saya sebagai anak dulu, selamat lebih awal dimasa kecil, mungkin masa depan saya sekarang lebih baik lagi. Plus selamatkan anak anak Indonesia, termasuk yang difoto itu, agar tidak telat.

Catatan:
hari ini ada anak diperkosa pejabat lembaga anak pemerintah, di ring 1 lembaga yang dimandatkan negara melindungi anak korban perkosaan (di rumah aman negara) bayangkan, bukankah ini lebih penting kita selesaikan. Bahkan pengembangan kepolisian mereka di jual. lalu semua prihatin, marah, meradang.

Lalu KPAI bilang, serigkali ketika kunker di daerah ada lembaga resmi pemerintah untuk melindungi anak tidak punya anggaran, sehingga memakai anggaran individu. Bayangkan menderita sekali anak anak kita

Di PPA Kepolisian juga terjadi Kanit PPA yang mengusahakan sendiri biaya operasional nya, karena alokasi anggaran yang sedikit. Apa tidak miris penderitaan anak anak kita

Belum yang dijual antar negara, dieksploitasi pekerjaaan, tidak diakui orang tuanya sendiri, terbuang, terlantar, jadi objek kejahatan, perkosaan.

Beberapa rumah rehab tempat keluarga menempatkan korban anak, bilang tidak bisa menuntaskan penanganan dan tidak bisa memastikan anak anak benar benar telah lepas dari penderitaannya

Hari ini banyak ortu dan anak menangis, putus asa belum daftar sekolah

Anak anak buruh perempuan yang menangis lapar, menemui saya

Disisi lain masih sedikit anak bisa berprestasi, mengakses yang diinginkan, bisa gembira, bisa berprestasi berpiala.

Lalu kita menghabiskan dalam perdebatan ini. Miris, tragis, sedih, menambah barisan kesuraman masa depan anak anak kita.

Sekali lagi dengan rendah hati, saya mengajak kita semua

Terakhir, maaf pembaca yang kecewa, judul berita tidak menyambung dengan isinya. Niat saya hanya ingin anak anak Indonesia yang notabene anak anak kita semua, dimana saja berada, diujung ujung perbatasan negara kita, anak anak yang masih merasakan kesusahan dan penderitaan, menjadi tahu, bahwa sebentar lagi negara ini akan merayakan hari mereka. Selamat Hari Anak negaraku Indonesia.

Sedih…
Salam Duka Anak Indonesia

Check Also

Penolakan SJ: Potret Penanganan Korban Pedofilia, Masih Jauh Dari Harapan

Tampilnya SJ di publik, membawa penolakan sejumlah masyarakat, terutama masyarakat mengingatkan update kondisi penanganan para …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: