Home / KBAI Reportase / Ingat Di Area Bencana: Anak Tidak Sekuat Orang Dewasa

Ingat Di Area Bencana: Anak Tidak Sekuat Orang Dewasa

Bulan Januari ini bencana datang silih berganti. Di tengah peringatan BMKG tentang cuaca ekstrim yang melanda bumi Indonesia. Berita tidak ada hentinya, sambung menyambung mengabarkan bencana di berbagai daerah. Rasa kemanusiaan kita terpanggil untuk membantu sesama saudara yang sedang ditimpa musibah.

Namun membantu di saat bencana dalam bencana, maksudnya bencana non alam covid 19 sendiri belum usai. Tentu membawa resiko tersendiri. Mereka yang bekerja di area gempa dan para pengungsi yang kondisinya sangat memprihatinkan, tentu tidak bisa begitu saja menerapkan protokol kesehatan. Apalagi situasi masih dalam tahap tanggap darurat. Banyak pertimbangan kemanusiaan tidak menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Karena masih cari tempat berlindung yang aman.

Di tengah kita berfikir itu, situasi anak anak tidak jauh beda. Salah satu video wawancara seorang pengungsi, yang ditanyakan reporter tentang kebutuhan di pengungsian, nampak Bapak tersebut menyampaikan dengan lugas apa yang dibutuhkannya. Namun mungkin tidak banyak yang menyimak, ditengah Bapak itu bicara, suara batuk anak terus mengiringi wawancara malam itu. Batuknya pun kalau kita dengan serasa sangat dalam. Ini menandakan anak anak sudah tidak kuat berada di alam terbuka pengungsian. Link video https://www.youtube.com/watch?v=FKk7TCKr5OU&t=11s

Di video tersebut juga nampak seorang Ibu yang gusar, karena kebutuhan anaknya yang tidak mudah ia dapatkan di tengah kondisi gempa. Ia menyebutkan susu, minyak telon, obat obatan dan makanan bayi. Biasanya kondisi tanggap darurat pasca gempa, bantuan lebih dipenuhi sembako, padahal kebutuhan anak yang disampaikan Ibu tersebut adalah kebutuhan dasar bayi, yang sangat berbeda dengan orang dewasa.

Bayangkan kalau itu berlanjut di hari berikutnya, tanpa ada yang memperhatikan. Artinya sangat butuh keberpihakan agar kebutuhan dasar bayi yang beda dengan orang dewasa tersebut, dapat di wujudkan. Apalagi kalau kita bicara fisik bayi di pengungsian, tentu mereka tidak sekuat kita. Bahwa anak anak tidak sekuat orang dewasa di area bencana. Mari mulai berfikir, selain mengirimkan bantuan sembako, juga ada anak, yang hak dan kebutuhannya sama.

 

Redaksi KBAI

Check Also

Belajar Dari Kasus Kekerasan Anak; Pentingnya Negara Memiliki Daftar Keluarga Pengganti

Kasus kekerasan dan perlakuan salah dialami seorang anak perempuan K berusia 5th, yang dilakukan sendiri …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: