Home / KBAI Reportase / Jelang Akhir Tahun, KPAI Rakor Hasil Pengawasan 2023
Kawiyan atau Kak Iyan Komisioner KPAI pengampu Klaster Perlindungan Khusus Anak. Sumber Foto dari Berita Inter Nusa

Jelang Akhir Tahun, KPAI Rakor Hasil Pengawasan 2023

Bertempat di Hotel Ibis Styles Bekasi, Komisi Perlindungan Anak Indonesia menyelenggarakan Rapat Koordinasi 3 hari (22-24/11) Klaster Perlindungan Khusus Anak Hasil Pengawasan Komisi Perlindungan Anak Indonesia tahun 2023.

Kawiyan salah satu Komisioner pengampu klaster Perlindungan Khusus Anak yang biasa di panggil Kak Iyan menyampaikan, jelang akhir tahun, KPAI akan menyelenggarakan Rakorda dan Rakornas hasil pengawasan 2023. Dengan tema Menuju Indonesia Emas Bebas Kekerasan Terhadap Anak.

Hasil pengawasan kami, juga akan mengundang Kementerian dan Lembaga dan daerah, agar ada konfirmasi cross check langsung hasil pengawasan dan situasi perubahan lapangan saat ini, setelah pengawasan.

Dalam agenda Rapat Koordinasi Daerah Klaster Perlindungan Khusus Anak, KPAI mengundang pembicara dari UNICEF Indonesia, Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT RI, Dirjen Aptika dan Informatika dari Kominfo dan Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga serta International Labour Organization.

Menjadi bagian penting temuan temuan dari hasil pengawasan kementerian, lembaga dan pemerintahan daerah. Yang diharapkan jadi rekomendasi bersama untuk pengawasan di tahun 2024 lebih baik lagi, jelas Kak Iyan.

Dalam pengawasan langsung ke beberapa daerah, Kak Iyan melihat kekerasan yang muncul terhadap anak, penyebabnya sangat beragam. Mulai benturan benda keras pada seluruh bagian tubuh anak, kekerasan seksual, dan kekerasan psikis.

Kekerasan ini tidak hanya berakibat sakit temporal saja, melainkan kekerasan yang bisa menimbulkan disabilitas fisik dan trauma mental, yang berdampak negatif secara permanen.

Apapun bentuk kekerasan yang terjadi pada anak, diduga dapat berdampak terhadap perilakunya.

Karena anak tidak hanya menerima kekerasan saja, tetapi yang jauh lebih berbahaya adalah anak membentuk karakter dirinya yang pada saat usia berikutnya menjadi individu yang agresif dan dapat berbahaya terhadap dirinya sendiri maupun terhadap orang lain.

Inilah yang yang sangat dikhawatirkan, kekerasan akan tumbuh dan berkembang terus menerus, bahkan bisa meluas, jika tidak segera diatasi, tutup Kak Iyan.

Sebelumnya Kak Iyan kepada KBAI mengingatkan, kita masih dalam suasana memperingati Hari Anak Universal, tentu Selamat Hari Anak Universal untuk seluruh anak di dunia, sesuai dengan tema Hari Anak Universal tahun ini, bahwa semua anak di dunia harus mendapatkan hak hak nya dan kepentingan terbaik mereka.

Check Also

Kisah Perjalanan Pemudik Disabilitas

Mudik Inklusi Ramah Anak dan Disabilitas (MIRAD), yang sebelumnya pada arus mudik memberangkatkan 278 disabilitas, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: