Kisah memilukan 103 pekerja pabrik petasan Kosambi Tanggerang yang berusaha keluar dengan pabrik tertutup rapat dan terkunci begitu menyita perhatian banyak orang.


Suasana batin yang mendalam untuk 103 pekerja yang berusaha menyelamatkan diri dan 47 korban meninggal, 4 hilang, lainnya masih harus mendapatkan perawatan luka bakar. Kami benar benar berduka atas tragedi kejahatan kemanusiaan ini.
Sudah selayaknya berbagai pihak memikirkan masa depan anak anak dan keluarga yang ditinggalkan maupun yang luka luka. Santunan dan bantuan untuk dukung kembali keluarga yang sedang dalam kesedihan mendalam, ujarnya.
Seperti diketahui upah murah dan investasi keselamatan yang telah diabaikan perusahaan telah mengorbankan kemanusiaan. Beberapa anak diberitakan ikut bekerja dan direkrut, akibat bahaya yang tidak diketahui mereka dan menjadi korban peristiwa ledakan tersebut.
Beberapa media memberitakan korban anak anak dan KPAI meminta Menakertrans untuk perhatian kepada nasib para pekerja dan anak anak yang menjadi korban.
