Home / KBAI Reportase / Pesan Sumpah Pemuda Dari SDI At Taqwa Kampus Rawamangun

Pesan Sumpah Pemuda Dari SDI At Taqwa Kampus Rawamangun

Peristiwa Sumpah Pemuda merupakan momentum tekad merdeka dan bebas dari penjajahan. Para pemuda memutuskan untuk bersatu pada Kongres Sumpah Pemuda pertama di Bandung dan dilanjutkan yang kedua di Jakarta

Setidaknya itulah yang digambarkan Pak Djaini Wakil Kepala Sekolah SD Islam At Taqwa Kampus Rawamangun. 

Beliau melanjutkan cerita, dalam penjagaan tentara Belanda diluar gedung Kongres, para pemuda dari berbagai asal dan pulau di Indonesia bertekad Satu Nusa, Satu Bangsa dan Satu Bahasa, Indonesia. Mereka tidak memperhatikan apa suku bangsa, agama dari Islam, Kristen, Jawa, Ambon dan masih banyak lagi. Bersatu dalam Sumpah Pemuda.

Di lapangan seluas 700 meter dengan 450 barisan anak anak berseragam merah putih mendengar dengan hikmah amanah pembina upacara.

Apa yang bisa kita petik. Bahwa mereka punya tekad memerdekakan bangsa ini dari belenggu penjajahan. Meski dibawah kokangan senjata di Museum Sumpah Pemuda Kramat Raya Kwitang pemuda tidak gentar bahkan mengikrarkan satu nusa, satu bangsa, satu bahasa, Indonesia.

Artinya jadilah anak muda yang mandiri dan berani menjawab tantangan. Apakah sudah cukup perjuangan anak muda sekarang ini.

Sekarang berlanjut ke kalian. Yang ada di lapangan upacara ini. Kalian sudah memasuki era millenial. Tantangan semakin berat dan dahsyat. Bukan hanya fisik, iman, taqwa dan pengetahun. Ini yang kita perjuangankan sekarang agar kita tidak kembali dijajah. Jangan Terpecah, Jangan Sampai Dijajah

Dengan kalian sibuk sendiri sendiri, upacara belum disiplin, antar teman masih bermusuhan, bisakah penjajah masuk lagi, provokator datang lagi, ember datang lagi. Anak anak menjawab serempak BISA. Upacara ditutup dengan menyanyikan Maju Tak Gentar.

Upacara SDI At Taqwa Kampus Rawamangun dalam rangka Hari Sumpah Pemuda

About Admin

Check Also

KPAI Apresiasi Kementerian, BUMN, Polri, Swasta Bantu Wujudkan Mudik Ramah Anak dan Disabilitas.

Lovita 15 tahun dan Luna 11 tahun, anak anak Tuna Netra yang mengikuti program Mudik …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *