Home / KBAI Reportase / Meski sudah Tersalur: Program Kartu Indonesia Pintar Kesulitan Akses
Dr. Supriano. M.Ed Direktur Pembinaan SMP Kemdikbud RI

Meski sudah Tersalur: Program Kartu Indonesia Pintar Kesulitan Akses

Dr. Supriano. M.Ed Direktur Pembinaan SMP Kemdikbud RI
Dr. Supriano. M.Ed Direktur Pembinaan SMP Kemdikbud RI

Program Indonesia Pintar yang merupakan kompensasi program BBM menghadapi realitas akses yang masih menjadi kendala. Ada 2 Trilyun yang harus disalurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dan ternyata bantuan sosial ini dalam penyalurannya menghadapi beberapa akses dan hambatan. Diantaranya karena permasalahan ekonomi yang dihadapi orang tua, anak putus sekolah, anak harus bekerja membantu orang tua, akses untuk sekolah yang belum ada, kesadaran masyarakat yang masih belum menganggap penting persoalan pendidikan, pemerataan sebaran guru, kesenjangan fasilitas pendidikan antara yang satu dengan yang lain dan kualitas guru. Terakhir adalah ketidak berdayaan anak anak menuju pendidikan yang berkualitas apalagi sampai ke pendidikan tinggi.

Hal ini terungkap dalam Rapat Koordinasi Dalam Rangka Sosialisasi Program Indonesia Pintar (PIP) Dengan Tim Relawan Peduli Pendidikan yang diselenggarakan Kemendikbud Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah. Direktur Pembinaan SMP Supriano, M.Ed menyampaikan tingkat Angka Partisipasi Kasar atau APK dalam sekolah menengah pertama masih harus ditingkatkan. Dari sasaran 4,2 juta anak tahun ini, baru bisa tersalurkan 3,4 juta anak. Itupun baru 24% yang diambil siswa. Untuk itu Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah terus mengajak partisipasi berbagai lembaga dan masyarakat untuk berperan mensosialisasikan ini. Salah satunya rakor kali ini kami melatih lembaga masyarakat untuk ikut mendata anak anak dan sekiranya pantas untuk diberikan dapat diusulkan langsung secara online.

231 peserta dari berbagai lembaga mengikuti Rakor ini, dengan harapan berbagai kasus penyaluran PIP dapat didampingi dan diadvokasi. Ibu Sofiana Nurjanah penanggung jawab penyaluran dana PIP dari Direktorat Pembinaan SMP menyampaikan kita banyak berhadapan permasalahan dengan data siswa dan bank sebagai penyalur. Untuk itu kami terus membenahi. Direktorat Pembinaan SMP sampai saat ini mengelola 4,495,000 siswa SMP.

Acara ini dihadiri relawan pendidikan yang berasal dari lembaga dan program pendidikan yang dilaksanakan Yayasan Pendidikan Dompet Dhu’afa seperti Sekolah Guru Indonesia, Smart Ekselensia dan Majelis Pelayanan Sosial PP Muhammadiyah.

Check Also

Panti Asuhan Bayi Sehat Muhammadiyah Sambut Baik Gerakan Ekonomi Inklusif Untuk Penyandang Disabilitas

Muhammadiyah melalui Majelis Pelayanan Sosial baru saja meluncurkan program Gerakan Ekonomi Inklusif untuk penyandang disabilitas …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: