Home / KBAI Reportase / Tanto Kembali Menjadi Tumpuan Hidup 38 Pengguna Kursi Roda

Tanto Kembali Menjadi Tumpuan Hidup 38 Pengguna Kursi Roda

Telah hampir sebulan pasca panti pengguna kursi roda ditutup. Tanto harus berputar otak mencari tempat pindah.

Sebagai pengguna kursi roda bukan urusan mudah baginya mencari rumah sewa, apalagi harus akses untuk mobilitas kursi rodanya.

Namun hidup memang kejam, ia harus berfikir keras pindah hidup. Karena baginya ini bukan hanya sekedar soal mencari sewa tempat tinggal, tapi lebih dari itu. Bengkel service yang di diaminya puluhan tahun untuk membantu teman temannya membenahi kursi roda, harus dia relakan tak lagi beroperasi.

Sutanto bersama G.E German Anggent dari lembaga ELKAPE berdiskusi kondisi Buruh di tengah wabah Covid 19

Pelanggannya para pengguna kursi roda di DKI sangat kehilangan. Ini pindah hidup, berat baginya. Tapi semua harus dihadapi Tanto.

Karena Tanto adalah tumpuan hidup banyak orang pengguna kursi roda. Keahliannya membenahi, merawat dan menservis kursi roda sangat menolong teman temannya.

Narti, salah satu pengguna kursi roda sangat sedih, laker kursi rodanya yang rusak tidak lagi bisa dibenahi Tanto. Bagi Narti tak mudah cari tempat service kursi roda dan murah. Apalagi Tanto merasakan dan mengerti kebutuhan beragam para pengguna kursi roda.

Tanto sahabatnya ini harus kehilangan segalanya karena kebutuhan pindah, sehingga kehilangan semua peralatan dan tidak lagi bisa bekerja seperti biasanya.

Akhirnya kisah Tanto berakhir besok (16/4) karena akhirnya patungan buat membeli peralatan las, regulator dan catok sudah terkumpul, dari teman teman pengguna kursi roda lainnya.

Catur Sigit Nugroho, Watini dan Amud di Rumah Perjuangan Disabilitas (Rumah PD)

Catur Sigit Nugroho yang bertanggung jawab mengumpulkan uang teman temannya, besok akan belanja peralatan buat Tanto dari hasil sumbangan mereka sesama pengguna kursi roda.

Bagi Catur sejak panti di tutup, mereka keluar dan berhadapan dengan Wabah Covid 19. Hidup terasa menantang dan kami lebih berpegangan tangan menghadapi ini semua.

Meski kami tinggal dalam kontrakan sederhana berkursi roda semua, tapi kami yakin dengan bersama mampu melewati wabah Covid 19.

Hanya sewaktu waktu kursi roda bisa mengalami kerusakan, baik ringan atau berat. Kami susah, karena itu kaki saya, dan teman teman. Tanpa itu semua akan terhenti dan lebih parah lagi.

Akan sangat sulit sekali, jika Tanto tidak memiliki peralatan untuk perbaikan. Meski kami tahu hidup sekarang sangat sulit untuk bertahan.

Namun jika kursi roda kami rusak, kami tidak tahu harus bagaimana lagi di tengah wabah Covid19 ini.

Untuk itu besok bersama teman teman kursi roda lainnya, kami akan menghantarkan ke tempat Tanto yang baru dengan peralatan yang baru.. Yang akan jadi kebahagiaan kami semua para pengguna kursi roda.

Check Also

Elkape: Jutaan Anak Terancam Kehilangan Layanan Dasar Karena Orangtuanya PHK

BPJS Ketenagakerjaan menyampaikan 600 ribu lebih pekerja di PHK. Hal ini diungkap pada Rapat Dengar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: