Home / KBAI Reportase / KPAI: Apresiasi Peran Tokoh Agama Dalam Menjemput Data Anak Yatim
Jasra Putra Komisioner KPAI dalam DIskusi Panel Metode Penanaman Nilai Nilai Kebangsaan pada Rakernas Kampung Dongeng (28/8) di Atallia Resort Puncak Bogor

KPAI: Apresiasi Peran Tokoh Agama Dalam Menjemput Data Anak Yatim

Data pemerintah dalam penanggulangan penularan Covid 19 sudah menyentuh angka 121 ribu kematian. Sebelumnya Tata Sudrajat dari Save The Children menyampaikan bila dari data tersebut kita ambil range umur 31 sampai 40 saja ada 12,8 % kematian. Maka ada puluhan ribu kematian. Apalagi range tersebut diperkirakan perkawinan usia muda.

Jasra Putra menyampaikan Indonesia menganut beragam bentuk pola pengasuhan. Baik sisi agama, budaya dan adat. Belum lagi kalau bicara ketika orang tua bekerja atau merantau, seringkali anak anak dititipkan ke orang tua mereka yakni kakek atau nenek, kalau sudah tidak ada mereka menitip ke paman dan bibi, bisa keluarga besar, saudara sedarah, saudara kandung seperti adik atau kakak, saudara jauh, bahkan sesama suku karena merantau. Ini realita pengasuhan di Indonesia. Artinya banyak aktor atau figur pengasuhan untuk anak. Artinya jika ada yang meninggal, maka akan akan beralih pengasuhan kembali.

Besarnya data anak anak terlantar dan anak anak kehilangan orang tua yang masuk ke pemerintah terutama yang bersumber dari informasi data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Ristek, Kementerian Agama, Kementerian Sosial, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Dalam Negeri perlu segera di respon.

Yang sebenarnya percepatan data, dalam mengetahui nasib anak anak, dapat di konsultasikan dengan para tokoh lintas agama dan kepercayaan. Karena mereka garda terdepan dalam permasalahan umatnya saat pandemi berlangsung. Mereka bekerja di lingkungan terdekat, yang tentu banyak informasi dan data situasi keluarga yang meninggal karena Covid.

Kerjasama dengan tokoh lintas agama dan kepercayaan sangat dibutuhkan, apalagi para tokoh agama secara rutin bertemu umatnya. Meski dalam PPKM atau pembatasan tetap saja layanan umat berjalan, seperti ibadah melalui zoom dan bertemu secara terbatas. Artinya kerjasama pendataan akan sangat strategis bila melibatkan Ormas Ormas agama dan kepercayaan yang ada di Indonesia.

Menjadi tanggung jawab bersama, segera menjemput mereka. Agar tidak menjadi ledakan masalah sosial dimana mana, karena mereka amanat Tuhan dan calon penerus bangsa.

Check Also

Penolakan SJ: Potret Penanganan Korban Pedofilia, Masih Jauh Dari Harapan

Tampilnya SJ di publik, membawa penolakan sejumlah masyarakat, terutama masyarakat mengingatkan update kondisi penanganan para …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: