Home / KBAI Reportase / Kisah WO Ananda, KPAI Ingatkan Semua Pihak Hentikan Menanamkan Nilai Kebencian Kepada Anak
images-6-228164193..jpg

Kisah WO Ananda, KPAI Ingatkan Semua Pihak Hentikan Menanamkan Nilai Kebencian Kepada Anak

Sikap kritis yang berbuah kebencian dan saling tidak menghormati terus melibatkan anak anak. Mulai dari sosial media, berita yang tiada hentinya dalam nilai pendidikan pemilih yang sangat rendah. Terakhir adalah kisah WO Ananda Sukarlan pada ulang tahun ke 60 Kanisius.

Jasra Putra Komisioner KPAI bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak menyampaikan Ini keprihatinan mendalam atas lembaga pendidikan menjadi sasaran demo massa. Tanpa menuding siapapun yang memulai, anak anak terus mendapat perlakuan salah dan buruk akibat konflik orang dewasa. Dalam UU 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak disampaikan Anak Anak tidak boleh dilibatkan dalam konflik orang dewasa. Begitu juga pasal 54 yang menyampaikan Anak di dalam dan di lingkungan satuan pendidikan wajib mendapatkan perlindungan dari tindak kekerasan fisik, psikis.

Satuan pendidikan wajib melindungi anak dan yang melindungi anak adalah kewajiban guru, pemerintah dan masyarakat. Untuk itu meminta semua pihak menjaga suasana kondusif belajar dan mengajar. Bila terjadi hal hal yang tidak dinginkan, kita minta semua pihak mempertimbangkan kepentingan terbaik bagi ribuan anak anak yang sedang menuntut ilmu di Sekolah Kanisius. Alangkah baiknya jika siswa Kanisius dipulangkan saja. Dan meminta Kepolisian, Kemendikbud untuk menjaga aset pendidikan yang telah berdiri selama 60 tahun.

Kami khawatir peristiwa peristiwa serupa terus terjadi dan disikapi dengan cara cara seperti ini. Bila penanaman kebencian terus menerus langgeng akibat kepentingan politik dan pragmatis, maka dikhawatirkan generasi bangsa kita mudah terprovokasi dan pecah, itu sudah terbukti sekarang. Dengan mudahnya penyebaran hal hal tersebut baik di media maupun sosial media.


About Admin

Check Also

Nahar Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos RI membuka acara dengan pemukulan gong pada pertemuan LKSA PSAA regional Sumatera didampingi Walikota Mendan 2010 Abdillah Toha, DPR RI Deddy Iskandar, Ketum Fornas LKSA PSAA Yanto Mulya Pibiwanto dan Ketua Forum Wilayah LKSA PSAA Sumatera Rafdinal

87 Anak Dari Syiria Telah Mendapatkan Penanganan Kemensos

Upaya perlindungan kepada anak anak terpapar pemahaman radikalisme dan terorisme telah dilakukan Kementerian Sosial sejak …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *