Home / KBAI Reportase / Ketua HIDIMU PP Muhammadiyah Ajak Nonton Bola Inklusi Piala Asia U23

Ketua HIDIMU PP Muhammadiyah Ajak Nonton Bola Inklusi Piala Asia U23

Bagaimana tempat nobar mu bisa di datangi para penyandang disabilitas. Fajri Hidayatullah Ketua Umum Himpunan Disabilitas Pimpinan Pusat Muhammadiyah memberi tips nya.

Ia menyampaikan bahwa data disabilitas saat ini ada 22,97 juta jiwa atau 8,5%  dari jumlah penduduk Indonesia (Kemenko PMK 2023), diantaranya usia anak remaja (5-19 tahun sebanyak 3,3%) dan dewasa, yang tentu saja ingin sekali mendapatkan informasi yang lebih detil tentang nonton bareng Piala Asia U23. Agar dapat memenuhi aspek aksessibilitas dan akomodasi yang layak. Namun dengan perkembangan teknologi dan informasi, sebenarnya banyak hambatan yang bisa dikurangi pada menikmati tontonan sepakbola. Seperti diketahui Indonesia juga memiliki atlet sepakbola disabilitas. Untuk skor malam ini, Fajri menebak 3 – 0 untuk Indonesia, alasannya pasukan Shin Tae Yong punya persiapan yang lebih baik di banding lawannya kali ini Uzbekitan.

Fajri melihat, salah satu cara meningkatkan kunjungan disabilitas di area bisnis kita adalah penyediaan informasi, bahwa di tempat bisnis yang kita kelola menyediakan lqyanan inklusi.

Seperti menyiapkan sign simbol yang bisa dipakai pengunjung, bila membutuhkan bantuan, yang bisa diambil setiap saat, dan ketika sudah tidak dibutuhkan dilembalikan lagi. Biasanya teman teman disabilitas, akan sangat senang hati memakainya, ketika membutuhkan pertolongan, dan petugas dapat menanyakan kebutuhannya. Dan jika sudah selesai bisa di kembalikan.

Yang lainnya. Adalah penyediaan reservasi baik di website mereka atau layanan langsung di tempat. Agar pemilik bisnis bisa mengarahkan posisi yang rekomen, seperti tempat parkir yang dekat dengan lokasi, spot nonton yang lebih nyaman, sesuai kebutuhan disabilitas.

Ada juga teman teman disabilitas yang matanya bisa terganggu atau cukup sensitif ya dalam melihat cahaya, sehingga membutuhkan kacamata. Ada juga yang sangat terbantu, jika alat alat di sekitar mereka bisa diraba atau dibaca ddngan braile. Sehinĝga ketika membutuhkan sesuatu, mereka mudah mengenali dan menjangkau. Untuk mereka yang low vision juga seringkali membutuhkan panduan cahaya menuju tempat tempat tertentu.

Seringkali tempat nobar memiliki sound system yang harus mumpuni, karena banyaknya penonton. Tapi ternyata buat sebagian disabilitas yang sensorik telinganya sensitif, mereka membutuhkan alat penutup kuping untuk mengurangi gelombang suara yang masuk. Namun ada juga mereka yang membutuhkan alat bantu dengar.

Untuk mereka yang tuli, mereka tetap bisa melayani dengan baik, jadi teman bicara mereka, dengan bantuan berbagai aplikasi transkrip di android. Semua pembicaraan ditranskrip langsung dan dapat dibaca tuli. Mereka juga bisa membaca gerak bibirmu bicara apa, tapi tentu saja dengan gerak bibir yang jelas, tidak terburu buru menyampaikannya. Dan tidak perlu disuarakan jelas, cukup gerak bibir umumnya bicara, tapi tanpa suara.

Namun ada juga teman tuli, yang membutuhkan penyediaan juru bahasa isyarat, agar mereka bisa merasakan atsmosfer permainan bola.

Bagi disabilitas pengguna kursi roda tentu membutuhkan jalan yang landai. Bila harus naik, ada ramp yang sudut kemiringannya tidak lebih dari 10 derajat. Agar mereka bisa melaluinya dengan baik.  Dan ketika ada di meja, mereka sangat nyaman bila kursinya tepat berada tidak jauh dari posisi kursi roda, ketika kursi roda mereka masuk di bawah meja. Sehingga ketika makan, posisi mereka tidak jauh dari meja. Atau akhirnya karena kursi rodanya tidak bisa masuk bawah meja, akhirnya mereka menghadap meja dengan memiringkan kursi roda, tentu ini posisi tidak nyaman, meski mereka bisa mengambil apa yang ada di meja.

Tentu saja selain tempat parkir terdekat dan spot tempat nonton yang pas dengan kebutuhan mereka, mereka juga ingin bereksplorasi rasa dari menu menu yang di sediakan.

Biasanya ketika hidangan sudah di sediakan di meja, para tuna netra, senang bila di sampaikan posisi makanan sesuai arah jarum jam. Misal di depan kamu, tepat arah jam 12 ada makanan berat, di jam 2 ada minuman yang di pesan, dan jam 10 ada sendok dan garpu.

O iya kalau kalian ingin memandu jalan mereka, ada etika supaya senuanya nyaman dan tidak menjadi salah pengertian. Karena belum tentu bantuan yang kamu tawarkan mereka butuhkan.

Contoh bila kalian tiba tiba tanpa aba aba langsung mendorong kursi roda, itu berbahaya. Tanyakan dulu, apakah mereka mau. Atau ketika membutuhkan, biasanya mereka akan pasang safety belt, agar ketika didorong mereka merasa lebih aman.

Begitupun ketika kursi roda nya perlu diangkat, misal ada 1 anak tangga, maka ada tehnik agar ketika berpindah tidak trauma, dengan membalikkan posisi kursi roda membelakangi tangga, lalu menjungkit kursi rodanya ke belakang sedikit, dengan pelan dan sudut miringnya tidak tajam, lalu baru menariknya ke atas. Posisi ini juga menyebabkan orang yang menarik kursi roda akan lebih ringan.

Begitu juga ketika kursi rodanya berjalan di jalan menurun atau turunan. Tanyakan kepada disabilitas, apakah sudut turunnya terlalu curam atau tidak nyaman bila langsung didoromg ke depan. Maka jika itu terjadi, mereka lebih suka menuruninya dengan posisi kursi roda membelkangi jalan turun tersebut. Sehingga posisi kursi roda menghadap ke atas, bukan ke jalan yang turun.

Soal memandu disabikitas, juga sering di lakukan pada mereka yang tuna netra. Mereka mengalami langsung ditarik tarik, diarahkan dengan menarik tangan atau menarik bawaan mereka. Hal ini membuat tuna netra tidak nyaman. Padahal mereka hanya cukup ditunjukkan bahu kamu atau lengan kamu, maka ia akan bisa mengikuti dengan baik. Karena mereka akan bisa merasakan dari bahu atau lengan tangan, apakah permukaan jalan itu naik, turun, ada lubang yang harus di hindari. Nakum tentu saja tetap di aba aba, misal di deoan ada tangga naik, tangga turun, lubang, dan lain lain.

Sebenarnya ketika mempelajari ini dan menerapkan, akan meningkatkan layanan yang lebih inklusif. Bahkan jangan salah lo, dengan menerapkan ini, layanan mereka berdampak untuk non disabilitas. Sehingga bisnis akan meningkat dengan sendirinya. Karena kualitas layanan akan lebih dapat dirasakan, dan itu berdampak buat semua pelanggan.

Untuk lebih lengkapnya, kalian bisa lihat di link

Sebenarnya etika berkomunikasi yang ada di link ini juga berguna, ketika kamu mengalami kondisi sementara, seperti kaki bengkak misalnya, radang tenggorokan tidak bisa bicara, ketika istrimu hamil dan harus cari bidang landai untuk naik, dan situasi lainnya yang bersifat sementara. Yang sebenanya membutuhkan perlakuan khusus. Agar orang orang yang kamu sayangi, merasa aman didekatmu.

Sehingga setelah memahami ini, para pemilik bisnis, dapat menentukan spot yang terbaik untuk disabilitas di area tempat menonton bola. Juga sebenarnya kita sedang menyiapkan peradaban baru, pengarusutamaan edukasi, menjadi pemandangan biasa etika komunikasi,  bagi mereka yang melihatnya. Karena suatu saat kita juga akan membutuhkan perlakuan itu, karena sesungguhnya kita semua di masa depan akan mengalami penurunan fungsi fungsi tubuh dan menemukan hambatan bergerak. Artinya kita mempersiapkan masa depan itu dari sekarang.

Jadi mari membantu disabilitas sejak sekarang, karena sebenarnya kita sedang menciptakan masa depan peradaban kita yang terus menua, Tidak perlu menunggu menjadi disabilitas. Selamat mencoba

Salam Hormat,

Fajri Hidayatullah

Ketua Himpunan Disabilitas Pimpinan Pusat Muhammadiyah

0821 2584 2536

 

Note:

Himpunan Disabilitas Muhammadiyah Pimpinan Pusat Muhammadiyah adalah organisasi yang didirikan Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Berdiri sejak 2021. Yang beranggotakan disabilitas dari berbagai ragam disabilitas dan non disablitas. Visinya adalah untuk memajukan peradaban, kualitas hidup dan partisipasi yang bermakna dari penyandang disabilitas

Hidimu menyadari penderitaan yang dialami disabilitas, karena mengalami ketidakadilan dalam kehidupannya. Sejak awal karena ada pengabaian, sejak dalam proses kelahiran, kemiskinan, pengabaian pengasuhan, ketimpangan, ketidakadilan, pembiaran. Keterbelakangan yang terjadi pada disabilitas karena dibiarkan terbelakang.

Bahwasnsya penderitaan hidup disabilitas, bukan semata mata karena disabilitas, takdirnya sebagai individu penyandang disabilitas, tetapi karena ada kontribusi masyarakat yang membiarkan ketdakadilan terjadi, Dimana ketidak adilan itu ada karena hambatan yang diciptakan.

Hambatan itu ada di infrastruktur, hambatan dalam pemikiran kita (yang mengganggap tidak berdaya), menganggap streotype negatif (tdak mampu, tidak berdaya, bodoh, terbelakang)

Jadi ada 2 hambatan yang diciptakan masyarakat pada pada penyandang disabilitas, akhirnya berkontribusi menjadipkan penderitaan hidup disabilitas dan ketidak adilan.

Sehingga HIDIMU dengan kesadaran penuh mengajak kita semua menghilangkan asumsi dan menggantinya dengan partisipasi aktif yang bermakna di manapun berada. Jadi penting menghilangkan kata penerima manfaat saja. Tujuannya untuk membuat program Pembangunan berjalan tepat guna, efektif dan efesien. Sebagaimana target SDG’s No One Left Behind benar benar harus dipastikan terus berlangsung untuk disabilitas di Indonesia.

Check Also

Ketua Hidimu: Digitalisasi Mudik Sangat Penting

Gerakan Mudik Inklusi Ramah Anak dan Disabilitas (Gerakan MIRAD) yang sebelumnya pada arus mudik memberangkatkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: