Home / KBAI Reportase / Kasus Monas, Seolah Olah Tidak Terjadi
20180419_155245.jpg

Kasus Monas, Seolah Olah Tidak Terjadi

Kisah meninggalnya dua anak di Monas akibat antri sembako dengan berdesak desakkan, mengalami dehidrasi dan suhu badan tinggi sangat menyesakkan batin kita.

Yanto Mulya Pibiwanto Ketua Umum Forum Panti se Indonesia atau Forum Nasional Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak dan Panti Sosial Asuhan Anak bereaksi keras atas peristiwa tersebut.

Forum LKSA PSAA yang merupakan wadah berkumpul panti se Indonesia biasa memberikan bantuan massal tanpa harus mengorbankan. Lalu kenapa kejadian Monas bisa terjadi?

Panti se Indonesia menyampaikan duka yang mendalam kepada keluarga korban. Kemudian sangat menyesalkan panitia tidak mengambil tindakan pada situasi berdesak desakkan, apalagi didalam kerumunan itu ada anak anak.

Menurutnya, harusnya orang dewasa khawatir ada generasi bangsanya meninggal. Harusnya prihatin. dan itu akibat orang dewasa lalai.

Namun seolah olah terbalik, beberapa pernyataan baik di media dan sosmed lebih sibuk mengomentari diluar kejadian. Sedangkan Ibu korban R guncang secara kejiwaan karena merasa anak masih berada dalam tangannya. Hormatilah ada saudara kita yang meninggal dan meminta keadilan.

Saya khawatir pembicaraan yang berkembang. Kita seperti sedang menghakimi anak tersebut kenapa meninggal? Dibanding merasa amat terpukul kehilangan dua generasi bangsa. Karena masa depan Indonesia ada di tangan generasi bangsa.

Ini kejadian di jantung Ibukota. Dan respect kemanusiaan seperti mati. Lebih pada menjadi aksi saling debat dan membiarkan yang meninggal tanpa arti.

Saya muak melihat ini semua. Apa yang sedang meracuni bangsa ini, sehingga lupa generasi bangsanya sendiri, darah yang mengalir dari kandung kita sendiri.

Berilah keadilan untuk anak anak. Sebagai tanda kita memperjuangkan mereka. Apalagi R adalah anak Down Syndrome.

Undang Undang Perlindungan Anak sangat jelas menjamin masa depan anak berkebutuhan khusus.

Saya menekankan bahwa anak down syndrome itu tidak boleh dihakimi, diejek dan bentuk kekerasan lainnya, tapi diberi kesempatan dan ruang yang sama dengan anak lainnya.

Karena mereka punya kemampuan yang diluar dugaan kita, mereka bisa lebih teliti dari yang lainnya. Mereka bisa melakukan apapun sama seperti anak lainnya, hanya memang lebih lamban saja.

Berilah keadilan buat ananda R. Saya sangat prihatin melihat perkembangan pembicaraan tentang kasus anak kita. Mari hentikan dan mulai perjuangkan masa depan anak anak bangsa.

Mari doakan mereka dan perjuangkan ananda R dan M agar tenang disana, tutup Yanto.

Menegakkan hukum dan keadilan buat ananda R, berarti negara peduli pada nasib anak anak down syndrome, anak anak berkebutuhan khusus.

Mereka sampai saat ini masih butuh perhatian. Tanyakanlah pada para orang tua yang memiliki anak down syndrome. Sekali lagi, sangat butuh perhatian.

About Admin

Check Also

Nahar Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos RI membuka acara dengan pemukulan gong pada pertemuan LKSA PSAA regional Sumatera didampingi Walikota Mendan 2010 Abdillah Toha, DPR RI Deddy Iskandar, Ketum Fornas LKSA PSAA Yanto Mulya Pibiwanto dan Ketua Forum Wilayah LKSA PSAA Sumatera Rafdinal

87 Anak Dari Syiria Telah Mendapatkan Penanganan Kemensos

Upaya perlindungan kepada anak anak terpapar pemahaman radikalisme dan terorisme telah dilakukan Kementerian Sosial sejak …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *