Home / KBAI Reportase / Juan Berjuang Lewat Karate untuk Semangati Kesusahan Ekonomi Orang Tua

Juan Berjuang Lewat Karate untuk Semangati Kesusahan Ekonomi Orang Tua

*Juan Berjuang Lewat Karate untuk Semangati Kesusahan Ekonomi Orang Tua*

Laki laki bernama Juan ini adalah anak kelas 5 SD, murid SDN 03 Jakarta Timur. Ia memiliki hati yang peka, terhadap kondisi ayah mamanya. Karena kesulitan mendapatkan pekerjaan yang layak. Sehingga Juan sudah beberapa kali hidup berpindah pindah.

Tapi siapa sangka Juan yang masih kecil itu, sudah berfikir bagaimana bisa membantu orang tuanya. Dari sekolah, ia tekun berlatih Karate. Ia selalu menyampaikan ke pelatihnya, ingin segera bisa melatih. Dan persyaratannya harus sabuk hitam. Sehingga Juan menanti tidak sabar, karena bulan Agustus ke depan akan dilantik sabuk hitam di perguruannya. Sehingga dengan sabuk hitam itu Juan bisa menjadi pelatih dan memiliki penghasilan untuk membantu orang tua dan adik adiknya.

Bila kita memasuki kontrakan petak kecil nya, ada sederet medali berbaris. Ada 4 medali kalau kita perhatikan. Ada Juara MGMP Internasional Open Karate Championship, Funakoshi Karate Turnament Piala Gubernur DKI Jakarta 2019, Medali Juara Antar Kejuruan Dojo Akedemi Seni-beladiri Karate Indonesia (ASKI) 2022, Juara Bharaduta Open Karate Championship Piala Mempora RI 2022

*Adikku Stunting dan Selalu Menangis Sepanjang Malam*

Tapi dibalik perjuangan Juan, ada adiknya Aira 2 tahun yang sedang berjuang karena mengalami stunting. Sejak lahir dengan berat 3,4 kg panjang 46 cm, adiknya terus mengalami sakit sakitan, mulai divonis infeksi saluran kemih dan infeksi saluran pernafasan. Sehingga hampir sepanjang malam adiknya menangis, bahkan sampai pagi, karena merasa panas di perut, panas di punggung dan panas di kepala. Adiknya juga mengalami kesulitan makan dan minum.

Adiknya di vonis stunting sejak sebelum Ramadhan tahun lalu di Poliklinik, sehingga di rujuk untuk konsul ke klinik gizi di Puskesmas. Ibunya sangat bersyukurnya karena mulai bulan Juni ini 2023, kurang lebih sudah 14 hari petugas Posyandu mengirimkan 2 butir telur setiap hari ke rumah. Ia juga berterima kasih masyarakat yang juga terundang peduli untuk membantu peningkatan gizi Aira.

*Mama Menangis Tak Mampu Bayar Kontrakan*

Juan juga sedang sedih, karena orang tuanya baru mampu membayar setengah dari biaya kontrakan petak tersebut. Meski yang punya kontrakan sudah memberi waktu 2 minggu, namun sampai waktu jatuh tempo, kedua orang tuanya belum bisa melunasi. Sehingga pemilik kontrakan tentunya mengajurkan agar mencari kontrakan yang lebih murah. Ibunya tak kuasa menahan tangis ketika menceritakan nya.

*Hati Orang Tua Susah, Namun Prestasi Anak Mengalahkan Segalanya*

Maklum saja ayahnya pekerja serabutan di Terminal Pulogadung dengan penghasilan yang tak seberapa untuk memenuhi 4 anggota keluarganya, paling banyak membawa pulang uang 50 ribu/sehari, sedangkan ibunya terhitung 2 tahun ini tidak bisa lepas dari pengawasan kondisi Aira, yang benar benar sangat butuh perhatian. Sehingga tidak bisa membantu meringankan beban suaminya, dengan bekerja menjadi pembersih rumah, yang dulu pernah di lakukannya.

Namun kami salut dengan keteguhan dan semangat juang kedua orang tua ini dalam merawat anak anaknya. Meski selalu diminta pulang karena kesusahan hidup di Jakarta. Namun mengurungkan diri, karena di kampung tidak ada kualitas pendidikan seperti disini, apalagi melihat prestasi karate anaknya, dengan berat hati, mereka tetap memutuskan tinggal di Jakarta, demi anak anaknya meraih masa depan yang lebih baik.

*Anak Sekecil Itu, Memiliki Intelegensia Yang Tinggi*

Hanya Juan dan mamanya bilang, di kampung Juan tidak akan mendapatkan pendidikan dan karate sebagus ini. Meski hati orang tuanya susah karena masalah ekonomi, namun melihat anak anaknya berprestasi, mengalahkan semuanya.

Adiknya Albi kelas 2 SD dan Aira yang 2 tahun sangat perhatian dan peka dengan orang tuanya. Bagaimana tidak, kedua anak ini bersikap sangat mengerti kondisi, kebutuhan dan peka kepada orang tuanya, ketika orang tua sedih, mereka terlihat menguatkan dengan cara anak anak. Ketika ayahnya mau bekerja, anak anak ini tanpa di suruh mengambilkan jaket dan kunci motor ayahnya. Sungguh anak anak yang luar biasa. Semoga ada orang orang yang terketuk hatinya mau membantu keluarga yang bersemangat ini.

Salam Hormat,

Ilma Sovri Yanti

*Redaksi Kantor Berita Anak Indonesia*

kbai.co.id

Check Also

Mari Praktekkan Mudik Inklusi

Ilma Sovri Yanti Inisiator Mudik Ramah Anak dan Disabilitas (MRAD) menyampaikan memang pergerakan penumpang cenderung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: