Home / KBAI Reportase / Budaya Tidak Jujur Membayangi Anak Anak Kita

Budaya Tidak Jujur Membayangi Anak Anak Kita

IMG20160423171629 ICW, Pemuda Muhammadiyah dan KPK mengajak keluarga mengenal budaya korup di sekitar lingkungannya. Acara di gelar di Auditorium Monumen Nasional Jalan Merdeka.

Berbagai diskusi menarik patut disimak mulai dari perlindungan anak, peningkatan kualitas pengasuhan sampai mengenal budaya korupsi dilingkungan terdekat.

Salah satu narasumber dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia Ibu Putu Elvina berinteraksi langsung dengan audiens yang kebanyakan bapak ibu dan anak ini;

Pernah menanyakan tugas ayah ke anak, maka jawabannya adalah bekerja. Sedangkan jawaban anak akan tugas Ibu adalah menjaganya. Jawaban ini telah mewarnai hampir seluruh generasi keluarga pada umumnya.

Padahal beberapa nilai kehidupan seperti keberanian, kemandirian, asertif dan indepedensi ada pada kehidupan seorang ayah. Sayangnya terhalangi dengan dunia Ayah yang dibayangi materialistis dan hedonistis.

KPAI mencatat 4800 kasus anak di 2015 didominasi dengan kasus anak berhadapan dengan hukum dan kasus pengasuhan orang tua. Melihat kedua kasus relevansinya berujung pada pendidikan awal dirumah yang gagal sehingga anak rentan berkonflik dengan hukum. Artinya pembagian peran pengasuhan harus menjadi kerjasama kedua orang tua dalam mencegah bertambahnya kasus anak.

Bapak Widjanarko dari KPK prihatin beberapa pelaku korupsi adalah keluarga yaitu suami istri dan anak. Ini mengindikasikan obrolan rencana korupsi biasa terjadi dirumah, dikamar, dan didapur. Beberapa kasus pejabat berumur 30 tahun sudah korupsi, dapat dibayangkan termasuk keluarga muda, anaknya pun masih kecil.

KPK telah mengadakan testimoni kejujuran pada anak kelas 1 sampai kelas 5 SD. Hasilnya adalah anak merasa tidak nyaman berperilaku tidak jujur, bahkan beberapa menyampaikan sikap tidak jujur ini menggangu tidur anak hingga bermimpi buruk. Pentingnya orang tua menciptakan ruang untuk anak berterus terang dan bersikap jujur.

Diakhir sessi ada kejadian mengharukan, ketika anak anak kita minta menulis pengamatannya tentang orang tua. Ada anak PNS yang bersedih dengan orang tuanya yang memiliki dua mobil kijang di rumah. Padahal orang tuanya bukan ‘bos’ katanya. Anak takut orang tua ditangkap polisi karena korupsi. Spontan orang tuanya berkaca-kaca lalu menangis memeluk anaknya.

Para narasumber terdiri dari Bapak Wijanarko dari KPK, Ibu Putu Elvina dari KPAI dan Bapak Jasra Putra dari Program Ayah Hebat Pemuda Muhammadiyah.IMG20160423171629

Check Also

Hari Anak Internasional: Orang Tua Butuh Perhatian Dunia

Rilis Jasra Putra Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia perlu menjadi perhatian dunia, guna persiapan orang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: