Home / KBAI Reportase / Anak Anda Menjadi Pelaku Bom?
Analis Kebijakan Perlindungan Anak Hadi Utomo dalam Pelatihan Advokasi 'Mengusung RUU Pengasuhan Anak' di Gedung Dakwah Muhammadiyah
Analis Kebijakan Perlindungan Anak Hadi Utomo dalam Pelatihan Advokasi 'Mengusung RUU Pengasuhan Anak' di Gedung Dakwah Muhammadiyah

Anak Anda Menjadi Pelaku Bom?

‘Tidak ada Orang Tua Jahat – Yang Ada Orang Tua Tidak Tahu Cara Menghadapi Anak’

Anak awalnya adalah anak manis, pintar, mahluk yang lucu, imut dan menggemaskan. Setiap perkembangan dan perubahannya menjadi sebuah lompatan kegembiraan orang tua. Namun apa yang terjadi dengan IAH pelaku bom medan menjadi keprihatinan kita semua. IAH dipastikan hidup berkecukupan dan mendapat kasih sayang berlebih dengan latar belakang orang tua sebagai Pengacara dan PNS.

Tentunya menjadi pelaku bom bukan cita cita IAH, namun apa daya bila kebahagiaan hilang dari orang orang terdekatnya dan dimanfaatkan oleh oknum oknum tidak bertanggung jawab.

Hadi Utomo Analis Kebijakan Perlindungan Anak menyampaikan, hidup di masa remaja adalah masa energik dan mengasyikkan namun masa remaja juga masa sulit untuk mengekspresikan apa yang diinginkan. Akhirnya dua faktor yang tarik menarik sering gagal dilalui anak dengan baik. Beberapa anak mengalami jiwa ‘berantakan’ akibat tidak mendapatkan ruang yang baik untuk memahami. Apalagi lingkungan sekitar tidak menfasilitasi, tidak ada forum anak dan pergaulan sebaya yang positif.

Yang terkadang jurang pemisah antar generasi menyebabkan anak mengalami kekerasan jiwa dan fisik diantaranya bentakan, tekanan sampai mendapat kekerasan fisik agar mau menjalankan keinginan orang dewasa.
Situasi ini menyebabkan anak menurut, sayangnya beberapa anak berdampak dengan memiliki kecerdasan emosi yang rendah. Akhirnya anak menurut saja, namun di sisi yang lain sebenarnya jiwanya sedang digerogoti. Meski keinginan orang dewasa tercapai dengan ‘kepintaran anak’ namun tidak disertai kecerdasan emosi. Kita sering melihat anak tersebut sangat pintar namun kepekaan sosialnya seperti mati. Akhirnya hal itu diekspresikan dengan emosi yang negatif.

Oleh karena itu orang tua punya peran besar menanamkan akar yang kuat pada anak. Salah satunya adalah dengan selalu menghadirkan sikap kasih sayang. Karena sikap kasih sayang menjadi penangkal kuat  ketika anak menghadapi perlakuan buruk dari lingkungan. Artinya secara otomatis orang tua berhasil menanamkan filter pengaruh buruk di sekitar anak. Itulah pentingnya membangun intensitas komunikasi dan keterbukaan.

Untuk itu bila anda menghadapi kesulitan penanganan anak di masa remaja penting memperhatikan dan mendukung kehidupannya. Terutama kesehatan berfikir anak dengan menghormati harga diri dan martabatnya. Artinya perilakunya tidak kita bela, tapi haknya kita bela.

 

About Admin

Check Also

IMG_20181030_163143.jpg

Palu: Kemensos Ajak 250 Anak Anak Bermain Di Pondok Anak Ceria

Melalui dana APBN pemerintah mendukung anak anak korban bencana dengan menyalurkan bantuan sesuai kategori umur. …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *