Home / KBAI Reportase / Aku Sudah Disuntik Imunisasi Difteri II, Ye…
20180417_090742-1.jpg

Aku Sudah Disuntik Imunisasi Difteri II, Ye…

Foto dalam berita ini bukan untuk kita tangisi, namun untuk memperkuat anak anak pada perjuangan kesehatannya.

Disuntik memang terasa sakit, namun bukan sakit seperti dipukul atau di cubit. Tapi seperti tekanan di ‘kulit dalam’ anak anak, yang tak biasa ia rasakan. Dan rasanya begitu saja hilang berangsur angsur selepas disuntik.

Disuntik itu sangat berbeda dengan dipukul atau dicubit. Karena dalam disuntik anak anak akan dikuatkan, dibantu, ditolong orang tua, guru guru yang mendampingi dengan sangat sayang dan berhati hati. Bahkan jika anak anak menangis, orang tua dan guru akan sangat sedih dan segera meyakinkan kembali bahwa suntik Imunisasi Difteri 2 agar anak selalu sehat.

Situasi buah hati yang disayanginya menangis tentu tidak mudah. Butuh ketetapan hati dan meyakinkan anak agar mau di suntik Imunisasi. Karena bagaimanapun ini demi anak anak agar tetap kuat dalam melawan penyakit Difteri.

Begitu juga para dokter yang akan sangat berhati hati menyuntik, dilakukan dengan lemah lembut tetapi cepat. Sehingga anak anak akan merasakan tidak begitu sakit. Karena para guru, orang tua dan dokter ingin kamu sehat terus.

Terbukti suasana pagi ini ruang Unit Kesehatan Sekolah TK Islam At Taqwa Rawamangun. Wajah dan ekspresi guru dan orang tua ‘mengikuti anak anak’. Bila anaknya menangis dan sedih apalagi berontak nampak perubahan wajah orang tua dan guru. Mereka juga ikut sedih seperti anak anak. Namun Dokter harus tetap tabah, sabar meyakinkan semuanya berlangsung baik baik saja.

Agar anak anak segera melepas trauma, sekolah mengajak makan es krim bareng selepas suntik. Para orang tua dan guru langsung menghibur anak anak selepas suntik Imunisasi Difteri 2 pagi ini.

Jangan ditanya, berbagai ekspresi muncul dari wajah anak anak sebelum dan selepas di suntik Imunisasi yang mengundang perhatian khusus. Namun itu hanya berlangsung sebentar saja. Karena anak anak diajak makan es krim bersama.

Selepas itu mereka akan kembali ceria. Sebagian anak anak diajak lihat video dan foto ketika disuntik, yang berakhir menjadi senda gurau dan tertawa dengan didampingi guru dan orang tua.

Karena ini bermanfaat untuk tubuhmu sampai besar nanti dalam mencegah penyakit Difteri yang akan menganggu jalan pernafasan kata Ibu Efayanti Koto Guru TK B2 At Taqwa Rawamangun.

Sebenarnya ingin mengirim video mereka, namun rasanya dengan foto foto saja cukup. Takut ada yang tidak kuat kalau lihat video. Ha..ha…ha….

Para Bunda boleh berekspresi kepada anak selepas suntik Imunisasi dengan mengatakan kamu hebat nak, kamu Insya Allah akan menjadi anak sehat, ini tanda kamu bersyukur kepada Allah karena kamu menjaga kesehatan.

Dokter Ibu Dwi Rahmi dan Dokter Ibu Duma Dominika dari Puskesmas Rawamangun Jakarta Timur menyampaikan ini adalah imunisasi Difteri 2 yang bermanfaat untuk mencegah Difteri.

Difteri adalah kuman yang menyerang jalan pernafasan dan bisa sangat membahayakan. Untuk itu sejak kecil anak anak di ajak suntik imunisasi agar bisa melawan Difteri, jelas para Dokter.

Sitti Hikmawatty Komisoner KPAI bidang Kesehatan dan Napza mengingatkan para orang tua, karena anak anak tidak sekuat orang dewasa dalam menahan rasa sakit. Makanya sejak kecil anak anak sudah diberi suntikan imunisasi, guna memberikan tambahan kekuatan dan kekebalan tubuh dalam menolak penyakit.

Agar mereka selalu bisa tumbuh dan berkembang dengan baik dan bisa bermain bersama teman temannya. Kasihan kan anak sekecil itu harus melawan sakit yang luar biasa seperti Difteri.

Untuk diketahui anak anak umumnya sangat tabah, mereka pasti berani dan mau disuntik bila diterangkan manfaatnya, lanjutnya.

Namun anak anak sebelum disuntik harus dalam kondisi sehat (tidak sakit). Untuk itu hendaklah bertanya kepada dokter yang akan menyuntik sebelum melakukannya.

Dan anak anak harus senantiasa diingatkan bahwa disuntik untuk menjaga kesehatannya hingga kelak besar nanti. Karena menjadi sehat, adalah hak mereka. Hak setiap anak Indonesia yang wajib diberikan dan dilindungi, tutup komisioner KPAI ini.

Intan Atriani Kepala Sekolah Kampus TK Islam At Taqwa Rawamangun sedang checklist Kartu Pelayanan ORI (Outbreak Response Immunization). Setiap anak yang telah di suntik dokter kita masukkan sebagai record kesehatannya di sekolah. Ini sudah 49 anak sekarang sambil mempersiapkan kelas kelas lainnya. Imunisasi Difteri 2 hari ini adalah kelanjutan Imunisasi Difteri 1 pada bulan Februari yang lalu.

Kita jauh jauh hari, mengajak orang tua dan anak anak untuk peduli kesehatan buah hatinya. Sejak awal orang tua dilibatkan agar menjelaskan kepada anak anaknya. Sehingga kita mengetahui bersama sama kondisi anak. Dan dapat mendukung bersama saat Imunisasi.

Begitupun di sekolah, sebelum disuntik para guru menceritakan manfaatnya. Dan tentu saja ada hadiah es krim buat mereka.

Suasana ruang UKS juga diciptakan senyaman mungkin buat anak anak, bertujuan mengecilkan dampak trauma yang ditimbulkan dan segera memberikan hadiah es krim buat mereka, jelas Intan.

Duh senangnya…. Ayo suntik Imunisasi Difteri 2 Anak Anak Indonesia….

About Admin

Check Also

Kondisi Panti Asuhan LKSA Al Muhajirin di Dusun Luk Barat Desa Sambik Bengkol Kec Gangga Kab Lombok Utara

H+8 Gempa Lombok: Menuju 3 Panti Asuhan Yang Rusak Berat

Forum Nasional Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak dan Panti Sosial Asuhan Anak kembali menuju Lombok Utara. …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *