Home / KBAI Reportase / 1474 Anak Berada di Pengungsian Pasca Tragedi di Aceh Singkil

1474 Anak Berada di Pengungsian Pasca Tragedi di Aceh Singkil

Foto Situasi Pengungsi

Pasca situasi mencekam di Aceh Singkil. Anak anak berada dalam situasi butuh perhatian. Perlu respon cepat dalam mengantisipasi kondisi anak anak dipengungsian. Ilma Sovri Yanti Ketua Posko Kemanusiaan Lintas Iman menyampaikan anak anak mulai dari kejadian sudah berpindah pindah ke beberapa lokasi seperti Desa Maduamas Kabupaten Tapanuli Utara, Desa Sipagindar Tapanuli. Ada 966 Balita dan 508 Anak umur 6-12 Tahun yang berada di pengungsian.

Anak anak di pengungsian rentan tidak mendapat perhatian secara khusus yang akhirnya menghadapi trauma seperti penyakit, sanitasi yang kurang baik, kondisi pengungsian yang panas dan makanan yang tidak sesuai kebutuhan anak, tidak ada ruang bermain dan belajar. Untuk itu situasi ini perlu direspon cepat pemerintah dan berbagai CSO yang akan bergerak membantu pengungsi terutama anak anak.

Ibu Krise Anki Gozal Penanggung Jawab Posko Kemanusiaan Lintas  Iman yang juga Wasekum PGI menyampaikan tadi malam telah mengirimkan bantuan sembako. 1630 Pengungsi saat ini berlindung di Desa Manduamas dan 1200 Pengungsi berlindung di Kecamatan Bagindar Kabupaten Phakphak Barat. Saat ini anggota kami Bapak Penrad Siagian sudah berada di lokasi dan bertemu pengungsi jam 01.00 dini hari tadi dengan pengawalan ketat aparat.

Hari ini PGi bersama tokoh agama, tokoh lintas iman, tokoh masyarakat dan beberapa organisasi akan melaksanakan konferensi pers membuka Posko Kemanusiaan Lintas Iman  jam 15.00 di Graha Oikoumene PGI Jl. Salemba. Sampai saat ini mereka mengundang bagi masyarakat dan organisasi untuk bergabung dan membangun aksi kepedulian untuk para pengungsi.

Data PGi merilis 3352 Orang terusir dari Aceh Singkil setelah dua orang ditembak dan dua Gereja dibakar.

Check Also

Aksi heroik menolong guru, akibatnya lima siswa tewas tenggelam

Masih melekat dibenak kita lima orang siswa SMP Budhaya III Duren Sawit, Jakarta Timur, tewas …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: