Home / KBAI Reportase / ‘Bunuh Pemerkosa’ Vonis Maksimal Hakim Pengadilan Bengkulu Di Apresiasi
KPPPA_Stop Kejahatan Seksual Anak

‘Bunuh Pemerkosa’ Vonis Maksimal Hakim Pengadilan Bengkulu Di Apresiasi

Vonis Hakim atas perbuatan asusila yang berakhir pada kematian, -membawa angin segar pada penegakan UU Perlindungan anak korban perkosaan. Hari ini saja menurut Ilma Sovri Yanti Kepala Sekretariat Satgas Perlindungan Anak sudah masuk 3 laporan kejadian perkosaan di 3 lokasi terpisah.

Ketua LPSK Abdul Haris Semendawai mengapresiasi kepada para Hakim yang telah berani menerapkan hukuman mati. Namun keseriusan Hakim harus disertai dengan komitmen Pemerintah dalam menyediakan fasilitas transportasi yang mudah dijangkau masyarakat untuk kasus Yy di Rejang Lebong. Upaya pencegahan tentu lebih baik ketimbang menunggu ada lagi korban”, jelas Semendawai.

Selain upaya meminimalisir potensi masyarakat menjadi korban, LPSK juga berharap perhatian pemerintah kepada keluarga korban Yy tidak surut seiring divonisnya pelaku. Hal ini penting mengingat pemulihan psikologis kepada keluarga Yy tentu tidak secepat berakhirnya persidangan. “Perhatian dari Pemerintah setempat maupun instansi seperti Kementerian Sosial kepada keluarga Yy sudah cukup bagus, kami berharap perhatian tersebut tetap ada meski proses peradilan usai”, harap Semendawai.

LPSK sendiri memberikan perlindungan kepada kedua orang tua Yy berupa rehabilitasi psikologis dan pendampingan selama menjalani proses peradilan. Rehabilitasi medis akan tetap diberikan sepanjang dibutuhkan keluarga korban. “Kami akan terus memberikan perlindungan sejauh dibutuhkan oleh keluarga korban. Masa berlaku maupun perpanjangan layanan perlindungan akan ditentukan berdasarkan penilaian yang diberikan tim LPSK”, pungkas Semendawai.

Yy siswi SMP di Rejanglebong Bengkulu ditemukan tewas dalam keadaan mengenaskan setelah sempat dilaporkan hilang beberapa hari. Hasil penyelidikan,u diketahui Yy mengalami peristiwa perkosaan oleh belasan orang sebelum dibunuh oleh mereka. Beberapa pelaku yang masih dibawah umur diberikan hukuman maksimal, yakni 10 tahun. Pelaku utama, Zainal alias Bos divonis maksimal.

Sayangnya di kasus yang lain, beberapa elemen masyarakat kecewa atas putusan Hakim yang membebaskan pelaku perbuatan asusila kepada 58 anak di Kediri.

About Admin

Check Also

IMG_20181030_163143.jpg

Palu: Kemensos Ajak 250 Anak Anak Bermain Di Pondok Anak Ceria

Melalui dana APBN pemerintah mendukung anak anak korban bencana dengan menyalurkan bantuan sesuai kategori umur. …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *