Home / KBAI Reportase / KPAI Apresiasi Kementerian, BUMN, Polri, Swasta Bantu Wujudkan Mudik Ramah Anak dan Disabilitas.
Jasra Putra Komisioer KPAI Hak Sipil dan Partisipasi Anak

KPAI Apresiasi Kementerian, BUMN, Polri, Swasta Bantu Wujudkan Mudik Ramah Anak dan Disabilitas.

Lovita 15 tahun dan Luna 11 tahun, anak anak Tuna Netra yang mengikuti program Mudik Ramah Anak dan Disabilitas akan menempuh perjalanan panjang menuju pulau Sumatera menggunakan Mobil Akses Penyandang Disabilitas Kemensos RI.

Dilepas LAZISMU (30/5) dari Gedung Dakwah Muhammadiyah jam 14.00 anak anak tuna netra tersebut didampingi 2 pekerja sosial Kemensos RI.

Perjalanan sampai kampung halaman memakan waktu 10 jam. Mereka langsung disambut kedua orang tuanya.

Dari laporan panitia, secara umum perjalanan mudik anak anak tuna netra tersebut lancar. Dan mereka bisa mengakses fasilitas umum dengan baik.

Hanya saja memang di kapal belum ada lahan parkir khusus yang diberi simbol penyandang disabilitas. Mungkin kedepan fasilitas ini bisa ditambahkan. Dari lokasi parkir itu bisa dibuat beberapa petunjuk aksesibel menuju fasilitas terdekat

Ketika sampai di penyeberangan Ferry mereka langsung diarahkan petugas. Petugas respon karena melihat logo stiker mobil membawa penyandang disabilitas dan langsung memandu agar dapat pelayanan prioritas. Petugas di KM. Batumandi menempatkan mereka di dek depan kapal, karena mereka belum dapat sepenuhnya mengakses didalam kapal karena ada 3 orang berkursi roda. Agar tidak kepanasan didalam kapal, parkir mobil akses berada paling depan kapal, agar sirkulasi angin bisa dirasakan dan nyaman menunggu 1 1/2 jam selama perjalanan penyeberangan.

Untuk menuju toilet dan cafetaria, mereka harus didampingi. Memang belum ada pengaturan khusus di kapal untuk mereka yang disabilitas agar mendapat petunjuk arah secara mandiri ke fasilitas umum di kapal, masih butuh pendampingan.

Untuk toilet sudah ada simbol untuk digunakan penyandang disabilitas, hanya perlu ubin petunjuk saja dari tempat parkir menuju toilet akses yang sudah ada di kapal. Namun secara umum petugas dikapal sigap membantu mengarahkan.

Mereka yang menggunakan kursi roda harus dibopong menuju 14 anak tangga yang cukup curam. Kita mengapresiasi petugas di kapal yang membantu dengan sigap, dengan dikawal 3 petugas.

Untuk itu Jasra sangat mengapresiasi mudik ramah anak dan disabilitas yang bekerjasama dengan berbagai pihak dalam mewujudkan mudik yang betul betul ramah di lapangan.

Esok juga ada 26 anak yang akan mudik dan dilepas bersama 185 penyandang disabilitas di Wisma Mandiri Thamrin.

Tim MRAD juga akan mengantarkan anak anak sampai depan halaman rumah.

Semoga Mudik Ramah Anak dan Disabilitas selalu dapat meningkatkan pelayanannya. KPAI akan terus memantau arus mudik MRAD sampai arus baliknya. Karena memang MRAD memudikkan pengguna kursi roda dan layanan berkebutuhan khusus yang perlu menjadi perhatian penyelenggara mudik.

KPAI sangat mengapresiasi koordinasi secara intens antara Kemenhub, Kemensos, LAZISMU, YBM PLN, Bank Mandiri Syariah, ASDP Indonesia Ferry dan para aktifis penyandang disabilitas yang menjadi panitia gerakan MRAD ini.

Saya dilaporkan koordinator MRAD 2019 Catur Sigit Nugroho, bahwa masih banyak yang antri untuk mudik, kurang lebih 20 orang pengguna kursi roda dengan tujuan Sumatera. Begitu juga disabilitas lainnya, karena keterbatasan alat transportasi yang akses.

Ada 185 yang berangkat dari 210 yang mendaftar menjadi peserta mudik gratis MRAD. Namun memang belum semua bisa diberangkatkan.

Untuk itu saya berharap UU Pelayanan Publik yang menyatakan penyediaan transportasi akses baik di Pemerintahan Pusat dan Daerah yang bekerjasama dengan penyelenggara jasa transportasi dapat menambah armada lagi. Agar lebih banyak anak anak dan disabilitas yang membutuhkan pelayanan khusus dapat mudik tahun depan.

Semoga tahun depan penyelenggara mudik dapat lebih memperhatikan kebutuhan disabilitas untuk mudik, baik pengadaan infrastruktur akses maupun transportasi akses. Karena kalau transportasi akses namun infrastrukturnya tidak akses, bagaimana mereka bisa melakukan perjalanan, begitu juga sebaliknya, tutup Jasra.

Check Also

Aksi heroik menolong guru, akibatnya lima siswa tewas tenggelam

Masih melekat dibenak kita lima orang siswa SMP Budhaya III Duren Sawit, Jakarta Timur, tewas …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: