Home / KBAI Reportase / Stereotype Tubuh Pendek, Sebabkan Persaingan Generasi Bangsa Rendah

Stereotype Tubuh Pendek, Sebabkan Persaingan Generasi Bangsa Rendah

SPhotoEditor-20171021_080915

1 dari 3 Anak Indonesia Mengalami Tubuh Pendek atau Stunting. Tak banyak yang perhatikan isu perlambatan pertumbuhan anak atau stunting, padahal itu menggangu kemampuan mental dan prestasi anak. Mitos anak anak Indonesia memang bertumbuh pendek dibanding anak anak di Negara lainnya, masih menjadi justifikasi alasan untuk membenarkanya. Padahal ini erat hubungannya dengan anak kurang gizi yang mengancam tumbuh kembangnya ke depan.

Dalam rilis yang diterima KBAI dari Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah, tidak ada alasan mengatakan anak anak Indonesia tidak bisa lebih tinggi, pada kenyataannya kita melihat beberapa anak Indonesia yang pertumbuhan tinggi badannya sangat baik. Padahal perhitungannya sejak 1000 hari pertama kehidupan yakni 270 hari selama kehamilan dan 730 hari setelah persalinan atau 2 tahun umur anak merupakan ‘golden age periode’ dimana sangat menentukan stunting atau tidak. Hanya saja kesadaran ini masih sangat minim.

Diyah Puspitarini Ketua Umum Nasyiatul Aisyiyah membuka acara Kajian Tematik Pencegahan Stunting di Yogyakarta
Khotimun Sutanti Ketua Bidang Kemasyarakatan PP Nasyiatul Aisyiyah menyampaikan Anak yang mengalami stunting kalau tidak dicegah bisa permanen dan beresiko menghadapi penyakit berat namun tidak menular seperti stroke, jantung, diabetes dan hipertensi. Padahal itu penyebab kematian tertinggi di Indonesia sejak 2014. Hal ini berdampak pada daya saing generasi bangsa. Isu ini tidak bisa dipandang remeh dan dapat mengancam kualitas generasi bangsa ke depan. 
20171021_060047
Ruang Parang Kusumo Hotel Ros In Yogya dalam persiapan Kajian Tematik Stunting bersama Nasyiatul Aisyiyah

Untuk itu Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah bersama Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), 1000 Hari Pertema Kehidupan, Gizi Tinggi Prestasi, Kementerian Kesehatan, Kementerian PDT, Millenium Challenge Account Indonesia, Muhammadiyah, Aisyiyah, Amal Usaha Muhammadiyah dan beberapa organisasi otonom seperti Pemuda Muhammadiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah. menyelenggarakan Kajian tematik – Stunting dalam Perspektif Islam dan Muhammadiyah 

Acara diselenggarakan 21 Oktober 2017 di Parang Kusumo Hotel Ros In Yogyakarta pagi ini. Diharapkan ada perubahan cara pandang yang kritis dalam menyiapkan generasi bangsa yang handal dan siap bersaing di era dunia yang berubah sangat cepat ini.

Pemahaman ini sangat dasar, ini adalah kebutuhan dasar, tentang paradigma kesehatan generasi bangsa yang harus dipahami bersama. Forum ini menjadi sangat strategis dan dijadwalkan massif menjadi agenda agenda nasional Nasyiatul Aisyiyah.

Kalau anak anak sekarang demam K-POP Korea. Salah satu yang terperhatikan adalah tinggi badan mereka. Tinggi badan rata rata laki laki di Korea Selatan mencapai 173 cm sedangkan Korea Utara rata rata tinggi 164 cm. Indonesia masih jauh dari itu, bahkan menjadi yang terpendek, kalah dengan Filiphina 161,9 cm kemudian Vietnam 162,1 cm dan Kamboja 162,5 cm. Artinya di Asia tinggi badan orang Indonesia adalah yang terpendek.

Check Also

Rilis: Harapan Disabilitas Pada Muhammadiyah Melalui Gerakan Ekonomi Inklusif

Bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah lantai 2 sejumlah penyandang disabilitas hadir mewakili teman temannya untuk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: