Home / KBAI Reportase / H+8 Gempa Lombok: Menuju 3 Panti Asuhan Yang Rusak Berat
Kondisi Panti Asuhan LKSA Al Muhajirin di Dusun Luk Barat Desa Sambik Bengkol Kec Gangga Kab Lombok Utara

H+8 Gempa Lombok: Menuju 3 Panti Asuhan Yang Rusak Berat

Forum Nasional Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak dan Panti Sosial Asuhan Anak kembali menuju Lombok Utara. Agendanya adalah kunjungan 2 Panti Asuhan LKSA PSAA, pembelian bantuan, distribusi bantuan dan koordinasi pemindahan pengungsi.

Awaludin Ketua Forum Daerah Panti Asuhan LKSA PSAA wilayah Lombok Utara yang menjadi koordinator pengungsian 1200 jiwa di Dusun Luk Barat dan Luk Timur menyampaikan hari ke 7 kami mempunyai 2 agenda, pertama mengunjungi LKSA Muhajirin di Kec Gangga dan LKSA Nurul Islam di Kecamatan Santong sambil koordinasi kondisi pengasuh dan anak anak. Untuk di pos pengungsian dekat LKSA Muhajirin kita mendistribusikan Beras 4 kwintal, Indomie 25 dus, Air Mineral 30 dus, Autan 30 renteng dan Sabun Mandi 2 Dus.

Selain itu kami bersama masyarakat memutuskan lebih mendekatkan pos pengungsian ke akses air dan rumah warga. Kekhawatiran tsunami saat Minggu, 5 Agustus 2018 sudah mereda. Meski masih ada gempa susulan, namun warga sudah berani turun dari ketinggian. Hanya saja belum berani sampai dekat lokasi desa. Sampai sore tadi kerangka tenda dari bamboo sudah siap.

Muhsin Koordinator Tanggap Darurat Fornas LKSA PSAA di Lombok Timur menyampaikan besok akan membeli terpal dan tenda. Beberapa relawan juga mulai check toko bangunan, untuk perencanaan pembangunan MCK dan Hunian Sementara. Mudah-mudahan Senin atau Selasa sudah bisa digunakan warga. Warga di pengungsian Lombok Utara saat ini sudah bisa menikmati listrik dan air. Kita berharap proses recovery lebih cepat. Meski guncangan masih terjadi dan warga belum berani mendekati rumah mereka.

Tim yang menuju Santong Barat dibawah koordinasi Shulton Pimpinan Forum Wilayah Panti Asuhan LKSA PSAA NTB menemui pimpinan Panti Nurul Islam. Menemui kepala dusun Santong Barat, Sulthon langsung menuju LKSA Nurul Islam yang berada 50 meter dari Lapangan Santong Barat. Di pengungsian terdata 775 jiwa dengan rincian anak anak 200. Balita 95, Lansia 40, Ibu Hamil 10, orang dengan gangguan jiwa 1, lainnya 430 jiwa.

Pimpinan panti LKSA Siraini menyampaikan ada 185 anak asuh, ketika kejadian anak anak sedang berada dimasjid, mereka tidak keluar dan terus berdzikir. Syukurnya, musholla kami tidak roboh. Kemudian anak anak menuju lapangan Santong Barat.

Karena pengungsian yang penuh sebagian anak ikut orang tua dan saudaranya. Kondisi kamar anak anak rusak berat, baik laki laki dan perempuan. Fornas LKSA PSAA menurunkan bantuan di lokasi, berupa Beras 4 kwintal, Indomie 25 dus, Air Mineral 30 dus, Autan 30 renteng dan Sabun Mandi 2 Dus.

Farid Ari Fandi Pekerja Sosial Kemensos RI tampak melakukan layanan dukungan psikososial, ia mencoba duduk dan bermain dengan anak anak, bercerita, dan mengajak anak anak untuk mulai menjaga kebersihan tempat pengungsian. Dongeng katak dan kura kura membawa media untuk menguatkan anak anak.

Dalam perjalanan, Ketua Forum LKSA PSAA Kabupaten Lombok Tengah Syahwi melaporkan kepada Koordinator Tanggap Darurat Fornas LKSA PSAA TGH. Muhsin, bahwa ada lagi LKSA yang rusak berat, yang menambah daftar 15 panti yang mengalami kerusakan, yaitu Panti Asuhan LKSA Al Idris di Dusun Keluncing Desa Monggas Kabupaten Lombok Tengah.

Ketua Umum Forum Nasional LKSA PSAA Yanto Mulya Pibiwanto meminta tim untuk tertib, menjaga profesionalitas, akuntabilitas dan transparansi kerja. Meski di tuntut respon cepat kondisi pengungsi, namun fungsi administrative dan manajemen tetap dijaga dan tertib. Agar semua kegiatan dapat dipertanggung jawabkan kepada pemerintah, donatur dan yang peduli kepada LKSA PSAA. Ia berpessan menjadi relawan harus bisa menjaga kesehatan, jangan sampai relawan juga jadi pengungsi karena kondisi yang menurun, tegasnya. Untuk itu Fornas LKSA PSAA akan menjadwal secara bergantian, Selasa kami akan mengirimkan tim medis dan tim advokasi. Mudah mudahan dapat terus meningkatkan layanan di lapangan.

Check Also

Belajar Dari Kasus Kekerasan Anak; Pentingnya Negara Memiliki Daftar Keluarga Pengganti

Kasus kekerasan dan perlakuan salah dialami seorang anak perempuan K berusia 5th, yang dilakukan sendiri …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: